Selasa, 28 Jul 2026 01:20 WIB

Pekerja di Banyuwangi Tewas Tertimpa Material Tambang Pasir

Lokasi tewasnya pekerja tambang pasir di Banyuwangi
Lokasi tewasnya pekerja tambang pasir di Banyuwangi

Banyuwangi - Seorang pekerja di tambang pasir di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi tewas tertimpa longsor di galian c tersebut, Senin (29/11/2021).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, saat korban bernama Imam Safi'i (36) menggali pasir secara manual di sebuah lahan persawahan, ditemani sang istri Ana Muslimah (39).

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

Namun istri korban selamat lantaran menunggu di pondok dekat tempat penggalian.

Diduga tekstur tanah galian itu labil lantaran terkena hujan. Apalagi cara pengambilan pasir di sana dari sisi samping ke dalam dan bukan dari permukaan lantas ke bawah.

Kapolsek Songgon, Iptu Eko Darmawan menyebut bahwa peristiwa itu terjadi di areal persawahan milik kepala desa setempat.

"Kejadian pagi hari, saat korban beraktivitas menggali pasir. Saat tanah digali ke samping, tiba-tiba tanah di atasnya runtuh dan longsor menimpa korban," terang Eko.

"Istri korban yang posisinya tidak jauh berusaha menolong korban yang tertimbun material cukup banyak dan meminta tolong warga," tambah dia.

Warga berdatangan dan langsung menolong korban dengan cara menggali reruntuhan tanah yang menimbun korban. Setelah digali sekitar tiga meter, korban ditemukan. Namun saat dievakuasi, korban sudah tidak bernyawa.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Korban mengalami pendarahan aktif di mata kiri, hidung dan mulut. Juga terdapat lebam di leher serta dada atas dan lengan kanan. Juga lecet-lecet di sekujur tubuhnya," papar dia.

Sementara pemilik lahan, Sarengat Ma'aruf yang merupakan Kepala Desa Sumberbulu mengaku bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

"Saya bertanggung jawab dari kejadian ini. Saya akan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan," ungkap Sarengat kepada wartawan.

Sarengat juga mengaku sudah sering mengingatkan korban agar menggali dengan cara yang benar.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Pasir jangan digrowongi (digali dari samping ke dalam), karena bahaya. Tapi tetep saja seperti itu. Hasil penjualan pasir saya juga tidak minta," tambahnya.

Sarengat siap diperiksa polisi terkait peristiwa itu.

Proses autopsi tidak dilakukan karena keluarga korban tidak menghendaki dan menerima peristiwa itu sebagai musibah. Keluarga korban juga membuat surat pernyataan tidak menuntut siapapun atas peristwa tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.