Kamis, 11 Jun 2026 18:58 WIB

Pekerja di Banyuwangi Tewas Tertimpa Material Tambang Pasir

Lokasi tewasnya pekerja tambang pasir di Banyuwangi
Lokasi tewasnya pekerja tambang pasir di Banyuwangi

Banyuwangi - Seorang pekerja di tambang pasir di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi tewas tertimpa longsor di galian c tersebut, Senin (29/11/2021).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, saat korban bernama Imam Safi'i (36) menggali pasir secara manual di sebuah lahan persawahan, ditemani sang istri Ana Muslimah (39).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Namun istri korban selamat lantaran menunggu di pondok dekat tempat penggalian.

Diduga tekstur tanah galian itu labil lantaran terkena hujan. Apalagi cara pengambilan pasir di sana dari sisi samping ke dalam dan bukan dari permukaan lantas ke bawah.

Kapolsek Songgon, Iptu Eko Darmawan menyebut bahwa peristiwa itu terjadi di areal persawahan milik kepala desa setempat.

"Kejadian pagi hari, saat korban beraktivitas menggali pasir. Saat tanah digali ke samping, tiba-tiba tanah di atasnya runtuh dan longsor menimpa korban," terang Eko.

"Istri korban yang posisinya tidak jauh berusaha menolong korban yang tertimbun material cukup banyak dan meminta tolong warga," tambah dia.

Warga berdatangan dan langsung menolong korban dengan cara menggali reruntuhan tanah yang menimbun korban. Setelah digali sekitar tiga meter, korban ditemukan. Namun saat dievakuasi, korban sudah tidak bernyawa.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Korban mengalami pendarahan aktif di mata kiri, hidung dan mulut. Juga terdapat lebam di leher serta dada atas dan lengan kanan. Juga lecet-lecet di sekujur tubuhnya," papar dia.

Sementara pemilik lahan, Sarengat Ma'aruf yang merupakan Kepala Desa Sumberbulu mengaku bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

"Saya bertanggung jawab dari kejadian ini. Saya akan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan," ungkap Sarengat kepada wartawan.

Sarengat juga mengaku sudah sering mengingatkan korban agar menggali dengan cara yang benar.

Baca Juga: SIG Jaga Lukisan Purbakala Tertua Dunia di Tengah Lahan Tambang

"Pasir jangan digrowongi (digali dari samping ke dalam), karena bahaya. Tapi tetep saja seperti itu. Hasil penjualan pasir saya juga tidak minta," tambahnya.

Sarengat siap diperiksa polisi terkait peristiwa itu.

Proses autopsi tidak dilakukan karena keluarga korban tidak menghendaki dan menerima peristiwa itu sebagai musibah. Keluarga korban juga membuat surat pernyataan tidak menuntut siapapun atas peristwa tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.