Sabtu, 06 Jun 2026 18:21 WIB

Anggota DPRD Jatim Soroti Kinerja Dispendik Soal Penerimaan Siswa Baru

Agatha Retnosari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur./Foto: Arry Saputra.
Agatha Retnosari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur./Foto: Arry Saputra.

jatimnow.com - Anggota Komisi E (bidang kesejahteraan rakyat) DPRD Jawa Timur Agatha Retnosari mengkritisi kinerja Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim dalam pelaksanaan PPDB jalur mitra warga dan jalur prestasi.

Dalam hal ini, Agatha menyoroti lambannya kinerja Dinas Pendidikan melakukan verifikasi terhadap siswa SMP dan SMA dari dua jalur tersebut.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Banyak keluhan dan aduan yang masuk ke kita (Komisi E). Sepertinya Dinas Pendidikan kurang serius dalam menjalankan teknis yang telah dibuatnya sendiri," keluhnya.

Rata-rata para orang tua yang mendaftarkan anaknya di dua jalur itu mengaku belum ditindaklanjuti dengan verifikasi. Pada umumnya orang tua mengeluhkan, sampai waktu verifikasi data selesai, belum dilakukan dan disurvei di rumahnya.

"Bagaimana bisa Dinas mengetahui bahwa siswa yang bersangkutan miskin atau tidak kalau tidak dilakukan survey dan verifikasi di lapangan?," herannya.

Agatha mengingatkan, bahwa progam ini dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu, dengan tujuan agar semua anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang sama.

"Harus dicatat, bahwa program ini selaras dengan tujuan pemerintah yakni pendidikan merata untuk semua anak Indonesia. Saya kok melihat Pemprov dalam hal ini Dinas Pendidikan tidak mempunyai rasa berkeadilan sosial," geramnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Anggota Fraksi PDIP ini menambahkan bahwa jalur mitra warga ini adalah program yang dicetuskan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sendiri, yang bertujuan untuk mengakomodasi siswa dari keluarga tidak mampu agar bisa mengenyam pendidikan yang sama.

"Kuotanya sebesar 5 persen dari pagu awal tiap sekolah dan menjadi tanggung jawab sekolah untuk melakukan survey saat verifikasi data pendaftaran jalur mitra warga," tegasnya.

Menyikapi hal ini, Agatha meminta agar Dinas Pendidikan melakukan pembatalan pengumuman siswa jalur mitra warga hingga dilakukan prosedur yang semestinya dan harus diterapkan program yang berkeadilan sosial.

Agatha menambahkan, agar kasus seperti ini tidak terulang, dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi kinerja, serta membuat petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis).

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

"Hak jalur siswa miskin untuk dilindungi digunakan semestinya. Siswa-siswi yang berhak yaitu yang paling miskin dan paling membutuhkan," pungkasnya.

Reporter: Arry Saputra

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.