Jumat, 24 Jul 2026 11:20 WIB

Anggota DPRD Jatim Soroti Kinerja Dispendik Soal Penerimaan Siswa Baru

Agatha Retnosari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur./Foto: Arry Saputra.
Agatha Retnosari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur./Foto: Arry Saputra.

jatimnow.com - Anggota Komisi E (bidang kesejahteraan rakyat) DPRD Jawa Timur Agatha Retnosari mengkritisi kinerja Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim dalam pelaksanaan PPDB jalur mitra warga dan jalur prestasi.

Dalam hal ini, Agatha menyoroti lambannya kinerja Dinas Pendidikan melakukan verifikasi terhadap siswa SMP dan SMA dari dua jalur tersebut.

Baca Juga: Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa, Anggota DPRD Jatim Sampaikan Pesan Prabowo

"Banyak keluhan dan aduan yang masuk ke kita (Komisi E). Sepertinya Dinas Pendidikan kurang serius dalam menjalankan teknis yang telah dibuatnya sendiri," keluhnya.

Rata-rata para orang tua yang mendaftarkan anaknya di dua jalur itu mengaku belum ditindaklanjuti dengan verifikasi. Pada umumnya orang tua mengeluhkan, sampai waktu verifikasi data selesai, belum dilakukan dan disurvei di rumahnya.

"Bagaimana bisa Dinas mengetahui bahwa siswa yang bersangkutan miskin atau tidak kalau tidak dilakukan survey dan verifikasi di lapangan?," herannya.

Agatha mengingatkan, bahwa progam ini dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu, dengan tujuan agar semua anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang sama.

"Harus dicatat, bahwa program ini selaras dengan tujuan pemerintah yakni pendidikan merata untuk semua anak Indonesia. Saya kok melihat Pemprov dalam hal ini Dinas Pendidikan tidak mempunyai rasa berkeadilan sosial," geramnya.

Baca Juga: Muharram Camp BSI Maslahat Bekali Anak Yatim Mental dan Spiritual

Anggota Fraksi PDIP ini menambahkan bahwa jalur mitra warga ini adalah program yang dicetuskan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sendiri, yang bertujuan untuk mengakomodasi siswa dari keluarga tidak mampu agar bisa mengenyam pendidikan yang sama.

"Kuotanya sebesar 5 persen dari pagu awal tiap sekolah dan menjadi tanggung jawab sekolah untuk melakukan survey saat verifikasi data pendaftaran jalur mitra warga," tegasnya.

Menyikapi hal ini, Agatha meminta agar Dinas Pendidikan melakukan pembatalan pengumuman siswa jalur mitra warga hingga dilakukan prosedur yang semestinya dan harus diterapkan program yang berkeadilan sosial.

Agatha menambahkan, agar kasus seperti ini tidak terulang, dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi kinerja, serta membuat petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis).

Baca Juga: Maria Apriliani, Doktor Muda Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Internasional

"Hak jalur siswa miskin untuk dilindungi digunakan semestinya. Siswa-siswi yang berhak yaitu yang paling miskin dan paling membutuhkan," pungkasnya.

Reporter: Arry Saputra

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.