Sabtu, 13 Jun 2026 22:08 WIB

Cangkul Produksi Gresik Siap Dominasi Kebutuhan Pasar dalam Negeri

Perwakilan PT IPBM saat berkunjung ke Direktur Jenderal (Ditjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin. (Foto: Istimewa)
Perwakilan PT IPBM saat berkunjung ke Direktur Jenderal (Ditjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin. (Foto: Istimewa)

Gresik - Sesuai data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), kebutuhan cangkul dalam negeri setiap tahunnya mencapai 2,5 juta unit. Akan tetapi selama ini kebutuhan tersebut lebih banyak dipenuhi oleh produk cangkul impor dari Cina dan Thailand.

Melihat realita tersebut sebuah perusahaan baja di Kabupaten Gresik terpacu untuk memproduksi cangkul dengan kualitas yang mampu bersaing dengan produk cangkul impor yang mendominasi pasar dalam negeri.

Baca Juga: Nilai Ekspor Produk Lamongan Tahun 2025 Tembus Rp22 Triliun

Setelah menunggu selama 3 bulan, cangkul produksi PT Indo Baja Prima Murni (IPBM) akhirnya mendapakan label Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Manager PT IBPM Titus Rudi Teguh Yuwono mengatakan, dengan diterimanya lebel SNI membuat produk cangkulnya siap memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri. Tak hanya itu, ia juga menyatakan siap bersaing dengan produk asing.

"Produk cangkul kami memiliki kekerasan 41 HRC. Kualitasnya tak kalah dengan produk impor," kata Titus Rudi, Rabu (27/10/2021).

Titus menyebut perusahaannya berkomitmen tinggi untuk bisa mendominasi pasar dalam negeri. Karena itu bahan yang digunakan juga bahan baku dengan kualitas tinggi sesuai standar yang telah ditentukan.

"Selain kualitas impor, harga produk kami juga bersaing," ucapnya.

Baca Juga: Nanas Queen Simplek Kediri Trial Ekspor ke Arab Saudi

Saat ini, masih kata Titus, perusahaan masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan cangkul dalam negeri. Setelah itu secara perlahan bakal membidik pasar ekspor. Progres ini dirasa perlu sebab secara kualitas cangkul produksinya setara dengan cangkul produk luar negeri.

"Ada beberapa perusahaan yang ingin menjalin kerja sama dengan kami. Salah satunya ingin dibuatkan cangkul sebanyak 1 juta unit per tahun. Sebagian juga akan diekspor ke Vietnam," jelas Titus.

Sementara Plt Direktur Jenderal (Ditjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita, menyambut positif cangkul produksi PT IBPM kelas tipe A yang sudah mengantongi SNI. Sebab dengan ini, kualitas produk tersebut sudah sesuai dengan standar.

"SNI berfungsi memberikan perlindungan dan jaminan kualitas kepada konsumen atas keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup (K3L)," kata Reni.

Baca Juga: Bupati Gresik Komitmen Perkuat Fokus Pelayanan Dasar Bagi Masyarakat

Menurutnya melalui sertifikasi SNI yang sudah didapatkan membuat produk cangkul produksi PT IBPM segera masuk dalam e-katalog. Sehingga nantinya diharapkan masyarakat akan lebih memilih produk buatan dalam negeri ini.

Reni juga menyebut jika SNI merupakan salah satu instrumen dalam rangka menjalankan strategi pencapaian target substitusi impor hingga 35 persen pada tahun 2022. Dengan agenda ini, termasuk dalam rangka pemulihan ekonomi nasional setelah dilanda pandemi Covid-19.

"Perusahaan telah membuktikan kualitas produknya, dengan memenuhi persyaratan teknis produk sesuai SNI 0331:2018 yakni syarat mutu dan metode uji," pungkas Reni.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.