Minggu, 07 Jun 2026 09:07 WIB

Cerita Mistis Pendakian ke Puncak Gunung Raung

Panorama Gunung Raung dilihat dari kejauhan
Panorama Gunung Raung dilihat dari kejauhan

jatimnow.com - Para pendaki diminta tidak melanggar sejumlah pantangan bila menuju puncak Gunung Raung melalui Kalibaru, Banyuwangi. Bila melanggar, kejadian mistis dimungkinkan akan dialami mereka.

Hal itu disampaikan Eko Wahyudianto (45), warga Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, yang selama ini menjadi pemandu pendaki Gunung Raung.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Sebelum mendaki, biasanya Eko melakukan briefing kepada para pendaki, agar mereka mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pendakian.

Sebab saat memandu para pendaki, Eko sering mendapati pengalaman yang tidak masuk akal hingga mengerikan, seperti bertemu mahluk astral dan tiba- tiba kabut datang menutupi puncak.

"Jika naik Gunung Raung, kalau sudah dari puncak kita dilarang berteriak-teriak apalagi lempar-lempar batu. Percaya nggak percaya akan terjadi sesuatu yang aneh dan mengerikan. Itu bisa dibuktikan," terang Eko, Jumat (8/10/2021).

Menurut Eko, bila pantangan itu dilanggar, tidak menunggu lama kabut yang dari bawah dan atas akan menutupi puncak gunung.

Panorama Gunung RaungPanorama Gunung Raung

"Pandangan kita akan tertutup awan putih. Bahkan jarak pandang kita hanya bisa melihat satu meter saja," tambah dia.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Jika sudah begitu, para pendaki tidak akan melihat apapun saat di puncak. Padahal rata-rata keinginan mereka untuk melihat indahnya panorama dari puncak gunung.

Eko juga mengimbau bagi pendaki perempuan yang masih dalam masa haid untuk mengurungkan niatnya naik ke Gunung Raung.

"Bagi pendaki perempuan biasanya saya menghimbau jangan naik dulu. Tapi jika orangnya memaksa saya juga persilahkan. Karena jika dia nekat naik, yang sering terjadi perempuan itu akan melihat berbagai mahluk halus, mulai dari pos 1 sampai pos 9," paparnya.

"Dulu pernah ada pendaki yang indigo naik. Setelah turun ia bercerita selama perjalanan mulai pos 1 sampai pos 9, dirinya melihat berbagai macam bentuk mahluk halus. Saya mendengar ceritanya ngeri," sambung Eko.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Biasanya, ketika menuju puncak Gunung Raung melalui jalur Desa Kalibaru melintasi 9 pos, di pos ke 7 para pendaki beristirahat dan medirikan camp.

Dari puncak Gunung Raung, para pendaki bisa menikmati berbagi panorama indah seperti kaldera, juga anak gunung yang akan tampak jika dilihat dari Puncak Sejati.

Gunung Raung yang memiliki ketinggian 3.344 mdlp ini terletak dalam naungan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo, Jawa Timur.

Eko saat memandu para pendaki menuju puncak Gunung RaungEko saat memandu para pendaki menuju puncak Gunung Raung

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.