Selasa, 28 Jul 2026 00:49 WIB

Ngeri! Begini Produksi Bom Ikan yang Meledak di Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 15 Sep 2021 13:49 WIB
Foto-foto barang bukti ledakan bom ikan dibeber di Mapolres Pasuruan Kota
Foto-foto barang bukti ledakan bom ikan dibeber di Mapolres Pasuruan Kota

jatimnow.com - Sejumlah fakta diungkap Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri setelah melakukan identifikasi kasus ledakan bom ikan di Dusun Macan Putih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Bahkan, dari hasil penyisiran yang dilakukan Tim Jibom Gegana Brimob dan Tim Labfor Polri, di TKP banyak ditemukan bahan peledak. Mulai dari low explosive jenis KCIO3 sampai high explosive jenis TNT, PETN dan Leat Azide (Pb(N3)2.

Baca Juga: Viral Ricuh di Pintu Masuk Bromo, TNBTS Klaim Pemukulan Refleks Bela Diri

Banyaknya bahan peledak yang terpantik meledak itulah yang kemudian membuat 2 orang tewas, 2 rumah hancur, 20 rumah dan 1 musala di lingkungan tersebut rusak.

"Melihat jumlah KCIO3, PETN dan TNT yang begitu besar, saya yakin (Pb(N3)2 juga besar. Kemungkinan (bahan yang meledak) sekitar 5 sampai 10 kilogram," jelas Kabid Labfor Polda Jatim, Kombes Pol Sodiq Pratomo, Rabu (15/9/2021).

Baca juga:  Tersangka Kasus Ledakan Bom Ikan di Pasuruan Jadi 4 Orang, Pembeli Diburu

Sodiq menjelaskan jika hasil olah TKP menyimpulkan jika ledakan terjadi saat para tersangka memproduksi detonator bom ikan. Sebab bahan baku peledak yang ditemukan di TKP sangat rentan meledak jika terjadi gesekan atau terjatuh.

"Kemungkinan besar meledak pas membuat ke detonatornya," ungkapnya.

Dari hasil penyisiran tersebut, petugas juga menemukan jika pusat ledakan berada di ruang tengah rumah tersangka Gofar yang meninggal dunia saat kejadian. Ledakan keras tersebut menyisakan lubang berdiameter 50 sentimeter dengan kedalaman 7 sentimeter.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Sementara Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman menambahkan jika saat ini pihaknya masih menyelidiki asal usul bahan peledak yang didapat tersangka untuk memproduksi bom bondet dan detonatornya.

Hingga kini, penyidik telah menetapkan empat orang sebagai tersangka atas kasus ledakan tersebut. Keempat tersangka yaitu dua orang yang meninggal akibat ledakan, satu wanita istri salah satu korban dan seorang pria yang menjadi pekerja di rumah produksi bom ikan itu.

Arman menambahkan, berdasarkan keterangan tersangka, rumah produksi bom ikan yang dikelola tersangka Gofar dan Mat Sodiq itu mampu memproduksi ribuan detonator setiap harinya.

"Dalam sehari tersangka berhasil memproduksi bahan peledak paling banyak 2.000 batang casing (detonator), paling sedikit 1.000 batang casing bahan peledak. Hampir setiap hari memproduksi bahan peledak kecuali hari Jumat," jelas Arman.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Waktu yang dibutuhkan para tersangka untuk membuat ribuan detonator tersebut cukup cepat, yaitu sekitar 6 sampai 7 jam setiap harinya.

"Pengerjaannya dari pukul 06.00 sampai pukul 14.00 WIB," tambah dia.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pembeli detonator bom ikan dari rumah produksi milik tersangka ini sangat banyak. Pembeli memesan bahan peledak paling banyak sekitar 14.000 detonator, paling sedikit 6.000 detonator.

"Untuk berapa keuntungannya, masih dalam penyelidikan. Sebab dua tersangka yang meninggal ini sangat tertutup, bahkan kepada istrinya," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.