Rabu, 24 Jun 2026 04:35 WIB

Hanya 1 Orang yang Menjaga di Blok Lapas Tangerang saat Kebakaran

Petugas membawa peti berisi jenazah korban kebakaran lapas kelas 1 Tangerang untuk diserahkan kepada keluarga di RS Polri, Kramat Jati, di Jakarta, Jumat (10/9/2021). Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA via Republika.
Petugas membawa peti berisi jenazah korban kebakaran lapas kelas 1 Tangerang untuk diserahkan kepada keluarga di RS Polri, Kramat Jati, di Jakarta, Jumat (10/9/2021). Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA via Republika.

jatimnow.com - Insiden kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang yang terjadi pada Rabu (8/9/2021) dan menewaskan 44 orang tahanan, masih terus dilakukan pendalaman.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (PAS) menyebut, hanya ada satu penjaga di blok yang terbakar, yakni blok C2, pada saat insiden terjadi.

"Pada saat kejadian di blok C2 memang ada satu orang (penjaga), karena bergantian," tutur Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Rika Apriyanti kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Dia menjelaskan, jumlah petugas jaga lapas berjumlah 13 orang yang mengawasi sebanyak tujuh blok hunian atau tujuh menara. Adapun jumlah narapidana yang diawasi berjumlah 2.072 tahanan, angka itu jauh lebih banyak dari kapasitas lapas 600 orang.

"Kalau komandan jaga kan di tempat komandan jaga, lima orang, berarti sisanya delapan orang. Delapan inilah yang diatur oleh komandan jaga untuk melakukan penjagaan di masing-masing blok secara bergantian," katanya.

"Sedangkan contohnya blok C itu satu bloknya ada tiga paviliun, nah kemarin yang terbakar paviliun C2, artinya begitu besarnya pengelolaan pengawasan kami dengan jumlah seperti itu," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, dia mengakui, proses penyelamatan para tahanan dari sel saat kejadian kebakaran menjadi sulit terjangkau keseluruhannya. Nahas, akhirnya banyak nyawa yang berguguran dalam insiden tersebut.

"Karena buat petugas juga trauma, kalau kita ada di posisi saat itu, susah untuk menyelamatkan semua. Karena kan posisinya panik, warga binaan juga berlarian dalam satu pafilium," tuturnya.

Kelapa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang Viktor Teguh juga mengonfirmasi hanya ada satu penjaga di blok yang terbakar pada Rabu (8/9/2021). Dia menyatakan, memang hanya ada satu penjaga di tiap blok di Lapas Kelas I Tangerang.

"Satu blok satu orang. (Pada Rabu dini hari) satu orang di blok C2," papar Viktor.

Sementara itu, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman mengenai adanya dugaan kelalaian dalam insiden tersebut. Polisi sudah memeriksa 22 orang saksi terkait insiden kebakaran itu.

"Kita lakukan pendalaman, Pasal 187 dan 188 KUHP dan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak atau ada unsur kelalaian di (pasal) 359," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya.

Diketahui, kebakaran yang terjadi di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang yang berpenghuni 122 orang menyebabkan 44 orang tewas. 40 orang diantaranya meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), satu meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit, dan tiga orang lainnya meninggal saat menjalani perawatan intensif di RSUD Tangerang. Saat ini masih ada tujuh korban kebakaran yang dirawat di ICU.

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.