Minggu, 14 Jun 2026 07:43 WIB

Siswa Mitra Warga Wajib Bayar Seragam, Kepala SMPN 54 Surabaya Ngaku Kebobolan

Sekretaris Fraksi PDIP DPRD, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am saat meminta klarifikasi Kepala SMPN 54 Surabaya Nur Komariah
Sekretaris Fraksi PDIP DPRD, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am saat meminta klarifikasi Kepala SMPN 54 Surabaya Nur Komariah

jatimnow.com - Siswa mitra warga di SMPN 54 Surabaya mengaku diwajibkan membayar seragam sekolah. Atas temuan itu, Sekretaris Fraksi PDIP DPRD, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am turun tangan.

Setelah mendapat informasi tersebut, Ghoni mendatangi SMPN yang berlokasi di Jalan Kyai Tambak Deres, Bulak, Surabaya itu. Dia langsung meminta klarifikasi Kepala SMPN 54 Surabaya Nur Komariah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Dari sekitar 45 siswa yang terdaftar dalam program mitra warga, 19 di antaranya disebut telah membayar paket seragam sekolah itu. Menurut Ghoni, setiap paket seragam baru dibandrol dengan harga Rp 1.608.000.

"Harusnya pihak sekolah paham betul, terkait peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan itu. Bahwasanya mitra warga, kami di DPRD sudah mengalokasikan anggaran. Kalau seperti ini kan dobel anggaran. Makanya saya berharap, saya memastikan di sini itu, tidak terjadi hal-hal seperti itu lagi," papar Ghoni kepada wartawan, Rabu (8/9/2021).

Saat ditemui, pihak sekolah menyebut jika itu adalah kelalaian mereka. Mereka juga menyampaikan jika uang itu telah dikembalikan, meski belum menyeluruh.

"Di sini mitra warga ada 45, sudah membeli 19. Itukan perwali sudah bulan Oktober, seharusnya ini sudah berjalan secara utuh, paling tidak SMPN 54 bisa memberikan teladan untuk sekolah-sekolah yang lain," pinta Ghoni.

Sekretaris Fraksi PDIP DPRD, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am saat meminta klarifikasi ke SMPN 54 SurabayaSekretaris Fraksi PDIP DPRD, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am saat meminta klarifikasi ke SMPN 54 Surabaya

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Ghoni kemudian meminta kepada pihak sekolah untuk secepatnya mengembalikan uang siswa. Jika perlu, datangi setiap rumahnya.

"Beberapa sudah dikembalikan. Saya datang ke sini untuk mengklarifikasi menanyakan kepada Bu Nur, selaku kepala sekolah. Ternyata dari 45 yang membayar 19. Tinggal dua yang belum mengembalikan. Saya bilang datangi ke rumahnya," tegas Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Sementara Kepala SMPN 54 Surabaya Nur Komariah mengaku salah. Dia mengaku telah kebobolan dan murni ketelodoran dari pihak sekolah.

"Ini suatu pelajaran berharga bagi kita. Kita harus berhati-hati, katakanlah ini keteledoran, karena banyak yang membeli, sehingga kita kebobolan. Kita lupa tidak melihat data, itu ada warga mitra warga. Jadi kesalahan teknis saja," terang Nur.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Nur juga siap bertanggungjawab dan berjanji akan mengembalikan uang siswa hingga seratus persen.

"Sebagai kepala sekolah di sini (saya) bertanggung jawab. Kemarin sudah kami sampaikan permohonan maaf dan kami kembalikan seratus persen dan seragamnya tidak kita minta, uangnya saya kembalikan seratus persen," ucapnya.

Sebelumnya, sekitar empat wali murid mengadu ke Fraksi PDIP DPRD Surabaya pada Kamis (2/9/2021). Mereka mengaku keberatan atas kewajiban membeli seragam yang disodorkan oleh sekolah, tempat anak mereka menimba ilmu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.