Minggu, 14 Jun 2026 08:04 WIB

Polda Jatim Terjunkan Tim Siber Awasi Jual Beli Plasma Konvalesen di Medsos

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 29 Jul 2021 15:30 WIB
Ilustrasi (Foto: www.freepik.com)
Ilustrasi (Foto: www.freepik.com)

jatimnow.com - Praktik jual beli plasma konvalesen bodong di media sosial (medsos) juga menjadi atensi Polda Jatim. Ditreskrimsus menerjunkan tim Subdit V Siber untuk meningkatkan patroli di dunia maya.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Farman mengatakan, Subdit V Siber telah bergerak untuk melakukan patroli siber di media sosial. Sebab berdasarkan pernyataan PMI Jatim, para penipu dan calo plasma konvalesen ini memanfaatkan media sosial dalam menjalankan aksinya.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

"Kami dari Ditreskrimsus Polda Jatim sudah melakukan patroli siber di media sosial," ujar Farman saat dikonfirmasi, Kamis (29/7/2021).

Agar lebih mudah mengungkap dugaan kasus tersebut, Farman meminta masyarakat yang menjadi korban segera melapor. Dia juga berpesan agar masyarakat tak mudah percaya dengan pihak yang berjanji membantu mendonorkan plasma konvalesen dengan meminta tebusan uang dalam jumlah tidak wajar.

"Masyarakat harus hati-hati jika ada pendonor yang meminta sejumlah uang dan laporkan jika menemui modus penipuan ini," pintanya.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

Sebelumnya, Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur, Edi Purwinarto membeberkan sejumlah informasi terkait penyalahgunaan plasma konvalesen. Ada yang menjadikan sebagai ajang bisnis, ada pula yang melakukan penipuan.

"Terakhir ini ada informasi ternyata menjadi ajang bisnis, inilah yang barangkali menyimpang dari misi kemanusiaan, ada terjadi yang kita terima, ada penipuan sudah ditransfer terus kemudian pendonor tidak ada," ujarnya, Rabu (28/7/2021).

Terkait plasma konvalesen yang dipakai ajang bisnis, Edi telah membuktikannya. Ia sendiri baru-baru ini menerima pesan singkat melalui WhatsApp (WA) berisi brosur yang menawarkan plasma konvalesen. Harga yang dipatok terbilang sangat fantastis.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

"Saya juga membaca ada tawaran Rp 20 juta per kantong PK (plasma konvalesen), ditawari brosur," ungkapnya.

Sedangkan soal penipuan, Edi tak menyebut rinci. Hanya saja pihaknya telah mendapatkan informasinya. Seperti halnya ada warganet yang curhat jika pelaku penipuan plasma konvalesen kerap memanfaatkan media sosial.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.