Selasa, 23 Jun 2026 15:33 WIB

Polisi di Surabaya Pelototi Medsos Pantau Jual Beli Plasma Konvalesen Bodong

Ilustrasi (Foto: www.freepik.com)
Ilustrasi (Foto: www.freepik.com)

jatimnow.com - Satgas Gakkum Operasi Aman Nusa II Polrestabes Surabaya akan melototi atau melakukan pengawasan di media sosial (medsos), menyusul informasi adanya upaya penipuan jual beli plasma konvalesen.

"Kami yang tergabung dalam Satgas Gakkum Operasi Aman Nusa II akan memonitoring hal tersebut," ujar Kasatgas Gakkum Operasi Aman Nusa II Polrestabes Surabaya AKBP OKi Ahadian, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Oki yang juga menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya itu menambahkan, Satgas Gakkum juga fokus dalam penegakan hukum terkait masalah pidana yang berkaitan dengan penanganan Pandemi Covid-19.

Selain itu, Oki mengimbau kepada masyarakat yang menemukan pelanggaran atau penipuan agar segera melaporkan.

"Jika ada yang menjadi korban silakan melaporkan. Akan kita proses," ujar Alumni Akpol Tahun 2003 tersebut.

Baca juga:  Waspada! Jual Beli Plasma Konvalesen Bodong Gentayangan di Medsos

Sebelumnya, PMI Jatim menerima informasi dan laporan korban penipuan jual beli plasma konvalesen melalui medsos dari Sidoarjo. Orang yang membutuhkan plasma konvalesen diminta untuk transfer uang. Namun setelah uang dikirim, tidak ada pendonornya.

Sekretaris PMI Jatim, dr Edi Purwinarto berpesan kepada masyarakat yang membutuhkan plasma konvalesen, untuk langsung berhubungan dengan UDD PMI. Jangan langsung berhubungan dengan calon pendonor.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Sekretaris PMI Jatim, dr Edi Purwinarto berpesan kepada masyarakat yang membutuhkan plasma konvalesen, untuk langsung berhubungan dengan UDD PMI. Jangan langsung berhubungan dengan calon pendonor.

"Mohon maaf, terakhir ini ada informasi ternyata menjadi ajang bisnis. Inilah yang barangkali menyimpang dari misi kemanusiaan. Bahkan ada terjadi yang kita terima, ada penipuan sudah ditransfer terus kemudian pendonor tidak ada. Saya berharap pada masyarakat yang membutuhkan melalui RS terus ke UDD, biar aman," kata Edi kepada wartawan di UDD PMI Surabaya, Rabu (28/7/2021).

Kemarin informasi dari Sidoarjo. Yang membutuhkan sudah transfer untuk plasma konvalesen. Tidak disebut nominalnya. Harus langsung ke PMI. Saya mendengar laporan dari Sidoarjo. Sementara Sidoarjo, ini kan yang diketahui yang terungkap. Calo juga termasuk," tambahnya.

Edi juga mengaku menerima pesan berisi brosur yang menawarkan plasma konvalensen. Harga yang ditawarkan pun fantastis, yaitu Rp 20 juta.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Tempo hari, saya juga membaca ada tawaran Rp 20 juta satu kantong PK (plasma konvalesen), ditawari lewat brosur. Tapi sudah saya hapus," ujarnya.

Modus penipuan terkait plasma konvalesen, Edi mengatakan, biasanya penipu memanfaatkan sosmed. Sebab, saat ini banyak yang membutuhkan plasma konvalesen bercerita di sosmed. Itu pun menjadi peluang untuk penipu.

"Ya itu, penipuan pendonor setelah ditransfer ternyata ga ada pendonornya. Itu lewat sosmed. Sekarang kan banyak di sosmed, bagi yang membutuhkan darah supaya menghubungi pendonor namanya ini. Lah ini oleh pihak tidak bertanggung jawab dimanfaatkan menjadi modus penipuan," jelasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.