Sabtu, 06 Jun 2026 10:52 WIB

Festival Drum Band Ethnic Banyuwangi Yang Membuat Kagum

  • Penulis :
  • | Minggu, 04 Mar 2018 12:36 WIB
Seorang peserta memaerkan kepiawaiannya menabuh alat musik tradisional kendang.
Seorang peserta memaerkan kepiawaiannya menabuh alat musik tradisional kendang.

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Festival Drum Band Ethnic, Minggu (4/3/2018).

Sesuai dengan tema,  pertunjukan yang diikuti oleh kalangan pelajar dari berbagai sekolah itu mempertontonkan musik modern dan tradisional.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Pagelaran yang menggabungkan dua tema tersebut mendapatkan apresiasi dari Persatuan Drum Band Indoneisa (PDBI).

Bagaimana tidak, alat musik modern seperti snare, bass, terompet, baritone horn, kuarto tom-tom, marching bells, symbal digabungkan dengan alat musik tradisional diantaranya, kendang, bonang, angklung, rebana, dan kolintang saling bersahut-sahutan.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, penampilan dari mereka sangat menghibur dan berhasil mengkolaborasikan antara modern dan tradisional.

Kolaborasi-kolaborasi seperti itu, menurutnya, pengenalan di telinga maupun secara visual lebih mudah dan nyaman hingga semuanya terhibur.

“Saya kira ini cukup bagus, dan exercize kami diapresiasi oleh PDBI dari Jakarta. Dan ini malah menarik dia (PB-PDBI) ingin menggelar secara nasional di Banyuwangi,” kata Azwar Anas usai membuka Festival Drumband Ethnic 2018 di depan kantor Bupati Banyuwangi Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Setelah pembukaan, masing-masing peserta yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah se-kabupaten Banyuwangi, memamerkan aksi bermusiknya dengan titik start depan kantor Bupati Banyuwangi hingga Taman Blambangan sejauh 2,5 kilo meter.

Kedepan, Azwar Anas berharap, kepada para stake holder dibidang musik dan kesenian serta pihak penyelenggara untuk mencoba berkolaborasi.

Misalnya, dalam pagelaran Festival Santri, 22 Oktober, antara musik kesenian hadrah dikolaborasikan dengan musik drum band.

Baca Juga: Yosie Chand Rilis Ra Sido Rondo, Pop Jawa Modern yang Mengajak Pendengar Happy

“Sehingga akan ada kolaborasi yang menarik dan lebih meriah dengan nuansa sholawat,” tukasnya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.