Rabu, 22 Jul 2026 00:49 WIB

Festival Drum Band Ethnic Banyuwangi Yang Membuat Kagum

  • Penulis :
  • | Minggu, 04 Mar 2018 12:36 WIB
Seorang peserta memaerkan kepiawaiannya menabuh alat musik tradisional kendang.
Seorang peserta memaerkan kepiawaiannya menabuh alat musik tradisional kendang.

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Festival Drum Band Ethnic, Minggu (4/3/2018).

Sesuai dengan tema,  pertunjukan yang diikuti oleh kalangan pelajar dari berbagai sekolah itu mempertontonkan musik modern dan tradisional.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

Pagelaran yang menggabungkan dua tema tersebut mendapatkan apresiasi dari Persatuan Drum Band Indoneisa (PDBI).

Bagaimana tidak, alat musik modern seperti snare, bass, terompet, baritone horn, kuarto tom-tom, marching bells, symbal digabungkan dengan alat musik tradisional diantaranya, kendang, bonang, angklung, rebana, dan kolintang saling bersahut-sahutan.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, penampilan dari mereka sangat menghibur dan berhasil mengkolaborasikan antara modern dan tradisional.

Kolaborasi-kolaborasi seperti itu, menurutnya, pengenalan di telinga maupun secara visual lebih mudah dan nyaman hingga semuanya terhibur.

“Saya kira ini cukup bagus, dan exercize kami diapresiasi oleh PDBI dari Jakarta. Dan ini malah menarik dia (PB-PDBI) ingin menggelar secara nasional di Banyuwangi,” kata Azwar Anas usai membuka Festival Drumband Ethnic 2018 di depan kantor Bupati Banyuwangi Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga: PTPN I Jelaskan Kronologi Penanganan Kebakaran di Kebun Kampe Banyuwangi

Setelah pembukaan, masing-masing peserta yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah se-kabupaten Banyuwangi, memamerkan aksi bermusiknya dengan titik start depan kantor Bupati Banyuwangi hingga Taman Blambangan sejauh 2,5 kilo meter.

Kedepan, Azwar Anas berharap, kepada para stake holder dibidang musik dan kesenian serta pihak penyelenggara untuk mencoba berkolaborasi.

Misalnya, dalam pagelaran Festival Santri, 22 Oktober, antara musik kesenian hadrah dikolaborasikan dengan musik drum band.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

“Sehingga akan ada kolaborasi yang menarik dan lebih meriah dengan nuansa sholawat,” tukasnya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.