Selasa, 23 Jun 2026 03:09 WIB

Punya NISN Ganda, Siswa di Surabaya Terancam Tak Bisa Lanjutkan ke SMA Negeri

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 01 Jun 2021 16:57 WIB
Viko dan Miko, orangtuanya
Viko dan Miko, orangtuanya

jatimnow.com - Karena memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) ganda, Viko Putra Ries Miko, lulusan siswa SMP di Surabaya terancam tidak bisa mendaftar di SMA Negeri (SMAN).

Bersama Miko Saleh, orangtuanya, Viko mendatangi Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk meminta NISN yang bisa dipakai untuk mendaftar ke SMAN, Senin (31/5/2021).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Miko menyebut bahwa anaknya sudah memilih tiga sekolah sesuai zonasi, tetapi belum mendapatkan kejelasan akan diterima di mana.

"Anak saya memilih SMAN 10, 16 dan 4, karena sesuai zonasi," ungkap Miko, Selasa (1/6/2021).

Sebelumnya pada Sabtu (29/5/2021) sudah datang ke Kantor Dispendik Surabaya untuk meminta kejelasan terkait NISN anaknya. Hasilnya saat itu anaknya hanya diberi pin untuk mendaftar SMA.

"Sudah diberi pin untuk daftar, tetapi NISN tidak dikasih. Saya khawatir itu hanya untuk menyenangkan hati saya dan anak," ungkap dia.

Miko juga menyebut bahwa sebelumnya Dispendik Surabaya menjanjikan akan membantu anaknya untuk masuk SMAN. Namun saat dia menagihnya, dispendik hanya mengatakan bakal membantu pendaftaran saja.

"Ini jelas bahwa Dispendik Surabaya hanya ingin menghibur saya. Kasannya di-PHP untuk meredam protes saya. Apalagi pendaftaran jalur zonasi sudah ditutup seminggu lalu," tambahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Untuk diketahui, Viko memiliki NISN ganda yaitu nomor lama 0045615866 dan nomor baru 0046700685.

"Awalnya karena anak saya pindah saat kelas 3 SD. Di sekolah berikutnya ada pergantian verifikasi NISN. Waktu saya daftar melalui PPDB online tahun ajaran 2021-2022, tidak dapat dibuka," jelas dia.

Sementara Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono mengatakan, seharusnya Viko harus mendapatkan pendidikan.

"Tidak boleh ada anak Surabaya tidak sekolah. Dispendik Surabaya yang bertanggungjawab penuh atas peristiwa ini," tegas Baktiono.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Menurut Baktiono, permasalahan yang dialami Viko harus mendapatkan solusi serta jawaban yang jelas agar bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

"Bagaimana bisa NISN siswa ini ganda seperti yang tertulis di rapor dan ijazah. Padahal seharusnya satu siswa itu satu, karena sudah peraturan dari Kemendikbud pusat," tandas Baktiono.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.