Jumat, 24 Jul 2026 16:55 WIB

Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan Editor detikcom

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Senin, 17 Mei 2021 16:54 WIB
Suki, editor detikcom yang jadi korban komplotan penjahat jalanan di Wonokromo, Surabaya
Suki, editor detikcom yang jadi korban komplotan penjahat jalanan di Wonokromo, Surabaya

jatimnow.com - Polisi terus mendalami kasus pengeroyokan yang menimpa Suki (31), warga asal Bogor, Jawa Barat yang bekerja sebagai salah satu editor detikcom biro Surabaya.

Unit Reskrim Polsek Wonokromo yang diback up Satreskrim Polrestabes Surabaya tengah melakukan penelusuran jejak para pelaku.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Masih terus dilakukan penyelidikan, pendalaman. Karena minim barang bukti. Tapi kami akan terus telusuri jalur masuk keluar di TKP. Akan kami kejar pelaku sampai dapat," tegas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Editor detikcom Jadi Korban Komplotan Penjahat Jalanan di Wonokromo, Surabaya

Oki mengatakan pada saat kejadian, CCTV di TKP tidak tercover. Saat ini, pihaknya masih mendalami CCTV di jalan-jalan yang diduga mengcover jejak para pelaku.

"CCTV di TKP tidak mengcover. Nah, ini yang terus didalami lagi," jelasnya.

Pihaknya pun berkomitmen untuk mengungkap dan mengejar para pelaku pengeroyokan tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Tim sudah kami sebar. Mudah-mudahan segera ada petunjuk yang jelas untuk menangkap pelakunya," pungkas alumni Akpol 2003 itu.

Sebelumnya, Suki menjadi korban komplotan penjahat jalanan di wilayah Wonokromo, Surabaya saat akan makan sahur. Saat itu, dua orang yang mengendarai matic menuduhnya telah menabrak motor yang mereka kendarai.

Merasa terancam, Suki menggeber motornya ketika lampu hijau menyala, dengan harapan komplotan pelaku tidak lagi melakukan pengejaran.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Suki kemudian mencoba mencari pertolongan. Dia masuk ke halaman Bank NISP di Jalan Ciliwung, karena dia melihat ada seorang sekuriti yang tengah berjaga.

"Namun setelah saya memarkir motor, mereka mengeroyok saya. Mereka menghajar dan menendang saya sambil memaksa saya untuk mengakui apa yang tidak pernah saya lakukan," kata Suki.

Setelah Suki babak belur dengan beberapa luka di wajah, mulut, bibir dan tangan, para pelaku memaksa korban memberikan uang Rp 200 ribu dengan dalih ganti rugi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.