Rabu, 24 Jun 2026 12:47 WIB

Menpora Kukuhkan Laskar Pemuda Masjid Anti Radikalisme di Surabaya

  • Penulis :
  • | Sabtu, 02 Jun 2018 21:54 WIB
Menpora Imam Nahrowi usai acara pengukuhan Laskar Pemuda Masjid./Foto: Istimewa
Menpora Imam Nahrowi usai acara pengukuhan Laskar Pemuda Masjid./Foto: Istimewa

jatimnow.com – Ribuan pemuda dan remaja masjid menyaksikan pengukuhan Laskar Pemuda Masjid Anti Radikalisme oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

“Dengan dikukuhkan laskar pemuda masjid anti radikalisme kita harus aktif mendukung gerakan yang dimotori oleh generasi muda ini,” kata H Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI pada acara seminar remaja muslim yang digelar Remas Al Akbar Surabaya (2/6/2018).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Hadir juga sebagai narasumber Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Jatim Kombes Pol Drs Gamar Basri.

Dengan seperti itu pemuda dan remaja masjid harus menjadikan radikalisme ini musuh bersama bangsa ini. Pemuda harus memplopori gerakan anti radikalisme kalau tidak seperti itu maka ini akan menjadi bom waktu bagi bangsa ini.

Menjadi beban yang begitu berat bagi bangsa ini. “Kami dari Kementerian Pemuda dan Olahraga akan terus mendukung gerakan ini, apalagi gerakan ini muncul dari aktivis masjid,” kata Imam Nahrawi.

Tugas laskar pemuda masjid anti radikalisme saat ini menjaga masjid atau tempat ibadah dari gerakan radikalisme.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bibit radikalisme mudah tumbuh subur di masjid. “Maka dari itu Laskar Pemuda Masjid ini harus melahirkan para dai, para pemimpin dan para kiai, untuk itu syiarnya harus diperluas lagi. Sehingga umat betul-betul dalam keadaan damai, tenang dan tentram,” pintanya.

Untuk itu, para pelajar dan mahasiswa jangan pernah lari dari masjid, masjid harus dijadikan basis dakwah, sosial, ekonomi dan bahkan olahraga.

Jangan jadikan masjid sebagai cikal bakal lahirnya radikalisme. “Saya berharap teman-teman harus cinta masjid, jadilah takmir di sana, muadzin, imam dan yang terpenting jadikan masjid sebagai gerakan cinta tanah air,” pesan Imam Nahrawi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Para pelajar, pemuda dan remaja masjid berkomitmen besar untuk membersikan benih-benih radikalisme di masjid. Remas Al Akbar mengajak para OKP pelajar mulai dari IPNU, IPM dan PII untuk memerangi radikalisme di masjid atau di sekolah.

“Gerakan ini muncul setelah peristiwa pengeboman mengatasnamakan Islam secara beruntut di Jakarta, Surabaya, Sidoarjo dan Pekanbaru Riau, dan para pelakunya masih berusia remaja dan masih duduk di bangku sekolah,” kata Helmy M Noor, Inisiator Laskar Pemuda Islam Anti Radikalisme didampingi A Ainun Najib Ketua Remas Al Akbar Surabaya. 

Penulis/Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.