Selasa, 23 Jun 2026 20:06 WIB

Geliat Kampung Gadukan, Tempat Perajin Tas Terbesar di Surabaya

Salah satu gang di Kampung Gadukan.Foto: Arry Saputra
Salah satu gang di Kampung Gadukan.Foto: Arry Saputra

jatimnow.com - Gadukan merupakan sentra pembuat tas terbesar di Surabaya, terletak di Jl. Gadukan Baru, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.

Sentra perajin tas di kampung ini sendiri mulai ada sejak tahun 1975. Berawal dari perajin tas  berbagai macam bahan, dan kreasi. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Awalnya hanya berjumlah 6-10 perajin, hingga kemudian berjalan terus secara turun temurun dari generasi ke generasi sampai saat ini.

Kampung Tas Gadukan memiliki segmen kelas menengah ke bawah. Seiring banyaknya pemesanan dan nilai ekonomi yang dihasilkan, para perajin yang bergerak dibidang ini juga bertambah.

Saat ini ada sekitar 40 perajin. Mereka tersebar dari beberapa RW di Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.

Menurut Ali sebagai Wakil Koperasi di Kampung Gadukan, kampung tas di wilayahnya jelas berbeda dari segi segmen maupun style-nya, yakni kelas menengah ke bawah.

Ia menambahkan, kampung tas di Gadukan, Surabaya hanya menjadi tempat produksi. Sementara untuk produk, konsumen bisa melihat diberbagai tempat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

“Saat ini produksi kami tersebar di wilayah berbagai kota, selain di Surabaya juga dipasarkan di Jember dan Banyuwangi. Untuk luar pulau, paling banyak di wilayah Indonesia Timur, seperti Denpasar, Makassar, Lombok dan Flores,” papar Ali.

Tas yang diproduksi cukup beragam, dari tas wanita (fashion), tas sekolah, tas seminar, dan berbagai macam tas untuk souvenir. Untuk bahan baku, para perajin tas di wilayah ini tidak mengalami hambatan. Bahan yang digunakan untuk membuat tas dari sintetis imitasi kulit dan plastik.

Ali mengatakan para perajin di kampung tas masih sangat minim menuangkan ide kreasinya dalam memproduksi tas.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Dulu sempat ada pelatihan dari Disperdagin dan mahasiswa-mahasiswa dengan menggunakan aplikasi desain dari komputer, tapi para perajin di sini lebih suka memakai cara manual karena dirasa cara itu yang memudahkan mereka dalam membuat tas” ungkap Ali.

Reporter: Arry Saputra

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.