Minggu, 14 Jun 2026 08:18 WIB

Dugaan Pembakaran di Ponpes Al Furqon Muhammadiyah Lamongan Diusut

Garis polisi terpasang di Ponpes Ma'had Al-Furqon Muhammadiyah, Laren, Lamongan
Garis polisi terpasang di Ponpes Ma'had Al-Furqon Muhammadiyah, Laren, Lamongan

jatimnow.com - Kasus dugaan pembakaran yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Ma'had Al-Furqon Muhammadiyah di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan ditanggapi serius oleh kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP David Manurung mengatakan, pihaknya telah memeriksa 8 orang saksi yang terdiri dari pengurus ponpes dan warga sekitar di lokasi kejadian.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

"Kita sudah memeriksa 8 saksi, mereka sudah kita mintai keterangan dan beberapa barang bukti juga sudah kita amankan di Mapolsek Laren, seperti yang teman-teman wartawan lihat," ujar David, Senin (11/1/2021).

Selain memeriksa 8 saksi, polisi juga membawa sejumlah bukti berupa rak sepatu, sepatu, kayu serta abu sisa-sisa kebakaran.

David menambahkan bahwa hari ini Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim juga dijadwalkan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga:  MUI Sesalkan Teror Pembakaran Ponpes Al Furqon Muhammadiyah Lamongan

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Nanti hasilnya pasti kita akan sampaikan. Mohon doanya dan dukungannya dari teman-teman," ucap David.

Sementara pengasuh Ponpes Ma'had Al-Furqon serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah berharap agar kepolisian bisa mengungkap kasus ini secara obyektif dengan menangkap pelaku serta mengungkap motifnya.

"Tentu kami berharap polisi bisa menangani kasus ini secara obyektif serta menangkap pelaku yang sebenarnya serta mengungkap motifnya," harap Pimpinan Ranting Muhammadiyah Laren, Suripto.

Baca Juga: Bising dan Bikin Resah, 21 Motor Berknalpot Brong Terjaring Patroli di Babat Lamongan

Sejauh ini baik pengurus ponpes serta pengurus Ranting Muhammadiyah Laren menduga bila kebakaran yang terjadi sengaja dilakukan oleh oknum tertentu. Sebab peristiwa tersebut telah terjadi dua kali, yaitu pada Jumat (1/1/2021) dan Jumat (8/1/2021).

"Kalau kebakaran pertama terjadi di asrama putra. Kalau yang kedua terjadi di asrama putri. Saat kejadian kebetulan santri sedang libur, sehingga tidak ada korban jiwa," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.