Rabu, 22 Jul 2026 06:44 WIB

Buat Aplikasi Batas Jarak Antrian, 3 Siswa SMA Muhammadiyah Raih Juara

Ketiga siswa peraih juara pertama
Ketiga siswa peraih juara pertama

jatimnow.com - Tiga siswa SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo yang berkreasi membuat aplikasi batas jarak antrian meraih juara pertama dari Gubernur Jawa Timur dalam perlombaan Jatim Education Competition.

Mereka adalah Amelia Puspita Wardani (18), Ranu Ricko Arya Wardhana (17) dan Fahri Ahmad Fadilah (17).

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Hasil kreasi mereka adalah 'Efektivitas Pengaplikasian Disco-type (Distance Controller Prototype) sebagai alat pembatas jarak pada antrian tempat perbelanjaan guna mengurangi penyebaran Virus Covid-19 di era new normal'.

Ketua kelompok, Amelia mengatakan cara kerja alatnya adalah jika ada pengunjung yang mengantri di kasir swalayan melewati garis yang sudah ditentukan, alat akan otomatis memperingatkan pengantri. Tandanya dengan suara dan juga nyala lampu.

"Tujuannya untuk menaati protokol kesehatan di tempat perbelanjaan," ujarnya, Rabu (18/11/2020).

Dia mengaku pembuatan alat peraga ini awalnya karena sering lihat orang mengantri di swalayan banyak yang mengabaikan garis yang telah dibuat.

"Ada unsur kelalaian, padahal pandemi itu ada dan harus jaga jarak," ujar dia.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Bersama kedua rekannya, mereka mengumpulkan bahan sensor ultrasonik, sensor inframerah, kabel buzzer, lampu led dan arduino uno. Komponen ini pun hanya membutuhkan dana Rp 200 ribu.

Mereka kemudian membuat proses pemrograman. Mereka menempatkan sensor di garis yang dipasang lakban.

Untuk kesulitannya, Amel menjawab tentang ketersediaan peralatan.

"Karena ada beberapa alat yang dibutuhkan tidak tersedia di Ponorogo. Terutama sensor ultrasonik," ujar dia.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Sebelum dipatenkan harus di uji coba dulu di tempat masing-masing. Sebab, prototipe ini hanya berjarak 12 sentimeter," imbuhnya.

Guru pembimbing, Muh Syahrur Rohman mengatakan ide ini memang muncul dari anak didiknya karena sering menemui orang yang berbelanja namun tidak mengindahkan jarak antrean.

"Dari situ punya ide bagaimana mengingatkan pengunjung tanpa petugas sering turun tangan," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.