Sabtu, 06 Jun 2026 23:48 WIB

Buat Aplikasi Batas Jarak Antrian, 3 Siswa SMA Muhammadiyah Raih Juara

Ketiga siswa peraih juara pertama
Ketiga siswa peraih juara pertama

jatimnow.com - Tiga siswa SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo yang berkreasi membuat aplikasi batas jarak antrian meraih juara pertama dari Gubernur Jawa Timur dalam perlombaan Jatim Education Competition.

Mereka adalah Amelia Puspita Wardani (18), Ranu Ricko Arya Wardhana (17) dan Fahri Ahmad Fadilah (17).

Baca Juga: Pasien Sempat Dievakuasi Akibat Kebakaran Kantin, RSMAD Kediri Pastikan Aman

Hasil kreasi mereka adalah 'Efektivitas Pengaplikasian Disco-type (Distance Controller Prototype) sebagai alat pembatas jarak pada antrian tempat perbelanjaan guna mengurangi penyebaran Virus Covid-19 di era new normal'.

Ketua kelompok, Amelia mengatakan cara kerja alatnya adalah jika ada pengunjung yang mengantri di kasir swalayan melewati garis yang sudah ditentukan, alat akan otomatis memperingatkan pengantri. Tandanya dengan suara dan juga nyala lampu.

"Tujuannya untuk menaati protokol kesehatan di tempat perbelanjaan," ujarnya, Rabu (18/11/2020).

Dia mengaku pembuatan alat peraga ini awalnya karena sering lihat orang mengantri di swalayan banyak yang mengabaikan garis yang telah dibuat.

"Ada unsur kelalaian, padahal pandemi itu ada dan harus jaga jarak," ujar dia.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Bersama kedua rekannya, mereka mengumpulkan bahan sensor ultrasonik, sensor inframerah, kabel buzzer, lampu led dan arduino uno. Komponen ini pun hanya membutuhkan dana Rp 200 ribu.

Mereka kemudian membuat proses pemrograman. Mereka menempatkan sensor di garis yang dipasang lakban.

Untuk kesulitannya, Amel menjawab tentang ketersediaan peralatan.

"Karena ada beberapa alat yang dibutuhkan tidak tersedia di Ponorogo. Terutama sensor ultrasonik," ujar dia.

Baca Juga: Muhammadiyah Kota Kediri Gelar Salat Id di Stadion Brawijaya Besok, Ini Imam dan Khotibnya

"Sebelum dipatenkan harus di uji coba dulu di tempat masing-masing. Sebab, prototipe ini hanya berjarak 12 sentimeter," imbuhnya.

Guru pembimbing, Muh Syahrur Rohman mengatakan ide ini memang muncul dari anak didiknya karena sering menemui orang yang berbelanja namun tidak mengindahkan jarak antrean.

"Dari situ punya ide bagaimana mengingatkan pengunjung tanpa petugas sering turun tangan," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.