Rabu, 22 Jul 2026 04:51 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Jadi Korban Pencitraan, Relawan Risma ini Minta Maaf ke Warga Dolly

Mat Mochtar di depan warga Dolly dan Jarak
Mat Mochtar di depan warga Dolly dan Jarak

jatimnow.com - Mat Mochtar, kader PDI Perjuangan (PDIP) lama yang pernah menjadi Relawan Risma saat Pemilihan Wali Kota Surabaya 2010 dan 2015 ini mengutarakan dosa-dosanya terhadap warga eks lokalisasi Dolly dan Jarak.

Itu disampaikan Mat Mochtar di sela acara sapa warga dengan Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin, Minggu (15/11/2020).

Baca Juga: Relawan di Tulungagung Meninggal Dunia Usai Kerja Bakti di Candi Dadi

Mat Mochtar juga menyampaikan permohonaan maaf ke warga terdampak penutupan lokalisasi Dolly.

Ia pun menceritakan sejarah penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak pada tahun 2014, serta perbincangannya dengan Wali Kota Risma saat itu.

"Kenapa Dolly ditutup Bu?," kata Mat Mochtar

"Bah, ini harus ditutup karena masak kemaksiatan menjadi ikon Asia Tenggara. Dia (Risma) ngomong gitu," ujarnya.

"Terus kalau sudah ditutup, ibu siap nggak memberikan ekonomi seperti Dolly," tanya Mat Mochtar.

"Saya siap. Nanti anggaran pemkot saya khususkan ke Dolly, kalau Dolly ditutup," katanya menirukan jawaban Risma saat itu.

Dari sejarah penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak itu, Mat Mochtar menyampaikan permohonan maafnya ke warga Dolly.

Baca Juga: Land Convoy Gaza, Relawan Asal Surabaya Gabung Misi Global di Rafah

"Saya mohon maaf, akhirnya saya dengan H Ali Badri demo mendukung penutupan pada waktu itu. Karena apa, Bu Risma berjanji untuk menghidupkan ekonomi yang ada di Dolly. Akhirnya Iwan, Pokemon marah-marah itu ke saya," tuturnya.

"Makanya saya hadir ke sini untuk meminta maaf. Sekarang saya menebus dosa saya. Karena apa? Saya tidak tahu kalau selama ini saya hanya dibuat pencitraan oleh Bu Risma," tambahnya.

Mat Mochtar menerangkan, dengan penutupan lokalisasi Dolly maka pencitraan Risma semakin melejit. Tetapi masyarakat di kawasan eks lokalisasi Dolly semakin menjerit.

"Dengan pentutupan Dolly, pencitraan Bu Risma semakin naik, tapi masyarakat Dolly semakin menjerit," ujarnya.

"Silahkan Dolly ditutup, tapi perekonomian Dolly tidak boleh ditutup saudara-saudara," jelasnya.

Baca Juga: Teman Baik Bangun Sumur Bor dan Pulihkan Trauma Warga Aceh Tamiang

Pada Pilwali Surabaya 2020 diikuti dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Paslon nomor urut 01, Eri Cahyadi-Armudji, yang diusung PDIP dan didukung PSI.

Paslon nomor urut 02, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno, yang diusung 8 partai koalisi, PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem, Golkar dan PKS. Serta dua partai pendukung, Perindo dan Gelora.

Di Pilwali Surabaya 2020 ini, Mat Mochtar mengaku tidak mendukung Eri Cahyadi yang disebut-sebut anak emasnya Risma.

Mat Mochtar lebih memilih mendukung dan siap memenangkan Machfud Arifin sebagai wali kota Surabaya pada 9 Desember 2020.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.