Sabtu, 06 Jun 2026 12:05 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Jadi Korban Pencitraan, Relawan Risma ini Minta Maaf ke Warga Dolly

Mat Mochtar di depan warga Dolly dan Jarak
Mat Mochtar di depan warga Dolly dan Jarak

jatimnow.com - Mat Mochtar, kader PDI Perjuangan (PDIP) lama yang pernah menjadi Relawan Risma saat Pemilihan Wali Kota Surabaya 2010 dan 2015 ini mengutarakan dosa-dosanya terhadap warga eks lokalisasi Dolly dan Jarak.

Itu disampaikan Mat Mochtar di sela acara sapa warga dengan Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin, Minggu (15/11/2020).

Baca Juga: Land Convoy Gaza, Relawan Asal Surabaya Gabung Misi Global di Rafah

Mat Mochtar juga menyampaikan permohonaan maaf ke warga terdampak penutupan lokalisasi Dolly.

Ia pun menceritakan sejarah penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak pada tahun 2014, serta perbincangannya dengan Wali Kota Risma saat itu.

"Kenapa Dolly ditutup Bu?," kata Mat Mochtar

"Bah, ini harus ditutup karena masak kemaksiatan menjadi ikon Asia Tenggara. Dia (Risma) ngomong gitu," ujarnya.

"Terus kalau sudah ditutup, ibu siap nggak memberikan ekonomi seperti Dolly," tanya Mat Mochtar.

"Saya siap. Nanti anggaran pemkot saya khususkan ke Dolly, kalau Dolly ditutup," katanya menirukan jawaban Risma saat itu.

Dari sejarah penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak itu, Mat Mochtar menyampaikan permohonan maafnya ke warga Dolly.

Baca Juga: Teman Baik Bangun Sumur Bor dan Pulihkan Trauma Warga Aceh Tamiang

"Saya mohon maaf, akhirnya saya dengan H Ali Badri demo mendukung penutupan pada waktu itu. Karena apa, Bu Risma berjanji untuk menghidupkan ekonomi yang ada di Dolly. Akhirnya Iwan, Pokemon marah-marah itu ke saya," tuturnya.

"Makanya saya hadir ke sini untuk meminta maaf. Sekarang saya menebus dosa saya. Karena apa? Saya tidak tahu kalau selama ini saya hanya dibuat pencitraan oleh Bu Risma," tambahnya.

Mat Mochtar menerangkan, dengan penutupan lokalisasi Dolly maka pencitraan Risma semakin melejit. Tetapi masyarakat di kawasan eks lokalisasi Dolly semakin menjerit.

"Dengan pentutupan Dolly, pencitraan Bu Risma semakin naik, tapi masyarakat Dolly semakin menjerit," ujarnya.

"Silahkan Dolly ditutup, tapi perekonomian Dolly tidak boleh ditutup saudara-saudara," jelasnya.

Baca Juga: Antisipasi Prostitusi, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan di Kawasan Ini

Pada Pilwali Surabaya 2020 diikuti dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Paslon nomor urut 01, Eri Cahyadi-Armudji, yang diusung PDIP dan didukung PSI.

Paslon nomor urut 02, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno, yang diusung 8 partai koalisi, PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem, Golkar dan PKS. Serta dua partai pendukung, Perindo dan Gelora.

Di Pilwali Surabaya 2020 ini, Mat Mochtar mengaku tidak mendukung Eri Cahyadi yang disebut-sebut anak emasnya Risma.

Mat Mochtar lebih memilih mendukung dan siap memenangkan Machfud Arifin sebagai wali kota Surabaya pada 9 Desember 2020.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.