Selasa, 09 Jun 2026 01:41 WIB

Mengintip Debat Perdana Pilkada Ponorogo 2020

Debat perdana Pilkada Ponorogo 2020 yang digelar KPU setempat
Debat perdana Pilkada Ponorogo 2020 yang digelar KPU setempat

jatimnow.com - Debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ponorogo 2020 digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung Sasana Praja, Ponorogo.

Debat yang digelar Minggu (1/11/2020) malam itu diikuti dua pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati Ponorogo, yaitu nomor urut 1 Sugiri Sancoko-Lisdyarita dan nomor urut 2 Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Debat perdana ini mengangkat tema meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah.

Selain dua paslon, KPU Ponorogo hanya mengizinkan empat orang tim sukses untuk menemani kedua paslon. Tim sukses diperbolekan masuk setelah menjalani pemeriksaan suhu badan, sesuai prosedur penegakan protokol kesehatan (prokes).

Debat ini disiarkan di Channel YouTube KPU Ponorogo dan disiarkan langsung salah satu televisi lokal di Jawa Timur.

Dari Channel YouTube seperti dilihat jatimnow.com, moderator mengajukan pertanyaan seputar pengembangan pertanian di era globalisasi dan teknologi bagi pelaku usaha di era 4.0.

Atas pertanyaan itu, Ipong tampak lugas menjawab, di mana dalam 5 tahun pemerintahannya, dia menggalakkan organikisasi pertanian melalui bantuan Pupuk Organik Cair (POC) menjadi solusi di tengah kelangkaan pupuk.

"Hal ini berimbas pada nilai tukar petani dibanding 2015 pada 2019 dari 100 menjadi 115 dengan nilai produksi 75 ribu ton. Guna menciptakan lapangan kerja dan menarik generasi muda ke depan, kita mulai memasukkan teknologi di sektor pertanian, sehingga sektor ini menjadi menarik," ujar Ipong.

Pernyataan Ipong itu kemudian disanggah Sugiri Sancoko. Sugiri mempertanyakan eksistensi POC yang disebut mendatangkan pupuk dari luar daerah. Di mana di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon saat ini telah mengembangkan POC secara mandiri.

"Selama ini pemerintah mendatangkan POC dari luar daerah. Kenapa kita tidak memanfaatkan yang ada," tanya Sugiri menutup sesi pertama.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Adu gagasan kembali berlanjut pada pertanyaan kedua yang dilontarkan moderator. Kali ini terkait teknologi bagi pelaku usaha menghadapi era digital 4.0.

Ipong menyebut dirinya dan Bambang akan mewujudkan desa digital ke depannya. Di mana semua UMKM lokal akan didigitalisasi untuk mengembangkan jangkuan market produk.

"Saat usaha lokal sudah banyak, ada produksi anak panah di Desa Singkil, POC di Bringinan dan Janggelan yang sudah go internasional di Selur. Saat ini mereka ini sudah hebat-hebat. Tinggal bagaimana membawa produk mereka ke pasar online. Ini ada di desa digital yang akan kita kerjakan ke depan," pungkas Ipong.

Ipong mengapresiasi tema debat perdana tersebut. Menurutnya, tema itu seiring dengan visi dan misinya. Namun Ipong menyayangkan kendala teknis yang terjadi dalam debat itu.

"Kendala itu terutama waktu saya bicara mikrofon saya mati-mati. Ketiga kali ganti, katanya baterainya habis," ungkap Ipong.

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

Dia mengakui pelaksanaan debat perdana itu berjalan lancar, meski waktunya kurang panjang. Penyampaian visi misi hanya dua menit. Namun dia merasa apa yang menjadi visi misinya sudah dapat disampaikan dengan maksimal.

Menurutnya, debat kali ini tidak banyak yang dipersiapkan. Hanya persiapan fisik, istirahat cukup agar saat debat berlangsung saya dalam kondisi fit, prima.

Di sisi lain, Sugiri mengakui telah memaparkan pikiran kami dari seluruh lapisan masyarakat Ponorogo. Dia menjelaskan sudah memaparkan Nawa Darma nyata.

"Kami paparkan sebisa kami. Mudah-mudahn masyarakat mampu mengerti," terang Sugiri.

Ketua KPU Ponorogo, Munajat mengatakan, materi debat disusun oleh tiga akademisi yang dipastikan terjamin netralitasnya. Mereka adalah Agus Machfud Fauzy, Ketua Pusat Studi Perubahan Sosial Unesa; Sugeng Wibowo, Dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Aksin Wijaya, Direktur Pasca Sarjana IAIN Ponorogo.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.