Senin, 27 Jul 2026 07:17 WIB

Unik, Ada Komunitas Pencuci Mukenah dan Sajadah Gratis di Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Kamis, 24 Mei 2018 18:52 WIB
Ibu-ibu anggota Genasih saat menata mukena di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi
Ibu-ibu anggota Genasih saat menata mukena di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

jatimnow.com - Di Banyuwangi ada komunitas unik yang memiliki aktivitas rutin mendatangi masjid dan musala. Tak hanya mendatangi, komunitas bernama "Genasih" ini rutin mencuci mukenah serta sajadah di masdid atau musala yang didatangi.

Beranggotakan ibu-ibu rumah tangga, Genasih adalah kepanjangan dari gerakan mukena bersih.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

Mulai mencuci, menjahit, menata, hingga mengganti perlengkapan salat seperti mukena, sarung, dan sajadah, dilakukan secara sukarela dan tanpa dipungut biaya.

Ketua Genasih, Titis Ainurrahman (54) mengatakan, munculnya ide untuk ikut menjaga dan merawat mukena di setiap tempat peribadatan umat muslim itu bertujuan untuk menambah pundi-pundi amal ibadah.

Selain turut merawat mukena, tujuan dari kelompok tersebut supaya para wahib (pemberi hibah) mukena-mukena itu amal jariyahnya terus mengalir.

"Setiap satu minggu sekali mukena di beberapa masjid atau musala kita cuci. Kalau ada yang robek kita jahit. Itu secara sukarela dan atas seizin takmir masjid atau musala," kata Titis di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi, Kamis (24/5/2018).

Semenjak berdirinya komunitas ini, cerita Titis, pada 27 Januari 2017 lalu, kini telah ada 26 masjid dan musala yang menjadi member yang tersebar di beberapa wilayah di Banyuwangi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Tidak hanya mukena, lanjut perempuan yang mengaku sebagai ibu rumah tangga itu, bahkan sarung dan sajadah juga dicuci setiap minggunya. Saat ini telah ada beberapa laundry yang menjadi donatur ataupun member.

"Sebelum menjadi member kita survei dulu musala atau masjidnya, ramai apa tidak jamaahnya. Gerakan ini murni untuk amal tidak ada biaya sama sekali. Saat ini ada pula beberapa laundry yang menjadi donatur ataupun member kami," paparnya.

Hingga saat ini, komunitas Genasih telah memiliki sekitar 60 anggota yang berasal dari berbagai macam profesi. Sedang untuk pembagian wilayah kerjanya dibagi secara merata.

"Kita bagi tugas, perkelompok biasanya terdiri dari 5 sampai 7 orang dan diberi tanggung jawab 4 hingga 5 tempat ibadah. Kita usahakan 26 member kami dalam seminggu mulai Senin sampai Jumat semua tercover," urainya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Salah satu anggota Genasih, Pipit Andriani mengaku bahwa sejak awal berdirinya komunitas ini dirinya merasa senang dan bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan sosial ini. Sedang untuk anggota komunitas tersebut dari berbagai kalangan.

"Ada yang guru, PNS, ibu rumah tangga, pemilik laundry, dan tukang jahit. Istri angkatan laut juga ada. Gerakan kami ini tidak hanya di Bulan Ramadan saja," ujar Pipit.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto




Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.