Sabtu, 06 Jun 2026 15:20 WIB

Pandemi Covid-19

BNPT Imbau Anggota APEC Tingkatkan Kewaspadaan Aksi Terorisme

Pertemuan daring 16th APEC Counter Terrorism Working Group (CTWG) Meeting
Pertemuan daring 16th APEC Counter Terrorism Working Group (CTWG) Meeting

jatimnow.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan daring 16th APEC Counter Terrorism Working Group (CTWG) Meeting di Surabaya, Kamis (22/10/2020).

Pertemuan diselenggarakan oleh Malaysia sebagai Ketua APEC 2020 dan diikuti oleh perwakilan seluruh negara anggota APEC.

Baca Juga: Bocah di Tulungagung Terpapar Paham Radikalisme, Dinas KBPPPA Beri Pendampingan

APEC CTWG merupakan wadah peningkatan kerja sama penanggulangan terorisme diantara anggota ekonomi APEC guna menjamin aktivitas dan sistem perekonomian, perdagangan serta investasi di kawasan yang terbebas dari ancaman terorisme atau penyalahgunaan kelompok terorisme.

Boy Rafli menyatakan bahwa seluruh negara di dunia terdampak Pandemi Covid-19 sehingga mengalami penurunan seluruh aspek pembangunan termasuk aspek ekonomi, sosial, budaya dan keamanan.

Dalam aspek keamanan, khususnya terkait penanggulangan terorisme, Indonesia sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Sekjen PBB dalam Laporan Kesebelas kepada Dewan Keamanan PBB (S/2020/774) dimana seluruh negara harus tetap waspada dari ancaman terorisme selama masa pandemi, khususnya dari ancaman kelompok teroris.

Meskipun pada masa pandemi ini banyak negara menutup perbatasan sehingga membatasi pergerakan para teroris, faktanya organisasi teroris memanfaatkan pandemi ini untuk menyebarkan narasi, melakukan rekrutmen dan menggalang dana.

Indonesia mempunyai pandangan yang sejalan sebagaimana naskah kebijakan yang disusun United Nations Counter-Terrorism Executive Director (CTED) tentang dampak pandemi terhadap aktivitas terorisme, kontra-terorisme, dan melawan ekstremisme kekerasan yang telah menciptakan risiko ancaman terorisme baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca Juga: Serius Tangani Terorisme, Jatim Pertahankan Predikat RAN PE Award

Beberapa risiko jangka pendek yaitu adanya 'captive audiens' atau penonton yang tertawan, istilah untuk orang menghabiskan waktu online selama masa pandemi.

Kedua, besarnya kesempatan bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda melalui dunia maya. Terakhir, kelompok teroris memanfaatkan pandemi sebagai sarana melakukan kegiatan yang berkedok kemanusian, namun disalahgunakan untuk kegiatan terorisme.

Selanjutnya, risiko jangka panjang yang muncul akibat pandemi ini adalah tergerusnya sumber daya yang dimiliki negara untuk kegiatan penanggulangan terorisme, berkurangnya kapasitas dan kemampuan aktor non-negara dalam turut serta menanggulangi terorisme, dan menurunnya kekuatan ekonomi serta kualitas lingkungan yang berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat.

Mencermati perkembangan tersebut, Kepala BNPT menyampaikan pandangan bahwa negara anggota APEC perlu mengantisipasi potensi ancaman terorisme yang berkembang selama masa pandemi.

Baca Juga: Napiter di Lapas Tulungagung Ikrarkan Janji Setia NKRI usai Jalani Program BNPT

Lebih lanjut ia menyatakan perlunya penguatan upaya preventif masyarakat melalui sikap moderat beragama, toleransi dan pluralisme di atas landasan pemulihan ekonomi.

"Penting bagi negara-negara APEC untuk membuat strategi komprehensif dengan pendekatan keras dan lunak untuk mengurangi risiko, baik jangka pendek maupun jangka panjang, yang terkait dengan terorisme selama dan setelah Pandemi Covid-19. Negara-negara APEC tetap perlu mempertahankan tingkat kewaspadaan, termasuk upaya yang berkelanjutan dalam melawan terorisme," tutur Boy Rafli.

Ia berpandangan bahwa APEC sebagai organisasi ekonomi kawasan memiliki sarana dan kekuatan yang memadai untuk menjawab tantangan dalam mengatasi masalah ekonomi dan pembangunan, meskipun dunia dilanda pandemi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.