Rabu, 24 Jun 2026 23:00 WIB

RS Hewan Setail Dekat KBS Ditutup, Ini Penjelasan Pemkot Surabaya

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 13 Okt 2020 10:33 WIB
RS hewan Setail/ foto istimewa
RS hewan Setail/ foto istimewa

jatimnow.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menyebut jika penutupan Rumah Sakit (RS) Hewan Setail bukanlah kewenangannya.

"Oh itu, bukan kita. Kewenangan kita nggak ke sana," jawab Kepala DKPP Kota Surabaya, Yuniarto Herlambang saat dikonfirmasi jatimnow.com, Senin (12/10/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Dan soal itu ( penutupan RS ) saya belum paham ya, nanti tak tanyakan ke temen-temen dulu. Tapi sepengetahuan saya saat ini, selama saya menjadi kepala ini, kita tidak menangani di sana," tambahnya.

Baca juga: Ditutup 2017, Apa Kabar RS Hewan Setail Surabaya?

Herlambang mengaku jika pihaknya hanya menangani RS Hewan di Jalan Ikan Dorang, Perak Barat, Surabaya.

"Itu ramai, setiap hari ada. Banyak pasiennya," jelasnya.

"Kalau yang itu (Rumah Sakit Hewan Setail) saya nggak tahu, nggak hafal. Intinya DKPP nggak ke sana," tambahnya menandaskan.

Sebelumnya, dr Liang Kaspe, mantan Kepala RS Hewan di samping Kebun Binatang Surabaya (KBS) menyebut penutupan RS itu dilakukan oleh Ketua Yayasan Kebun Binatang Surabaya (KBS), Denny Triyanto. Alasannya, takut dipolisikan karena iizinnya habis.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

"Rumah sakit itu berdiri sejak 2009, dan ada izinnya dari Dinas Ketahanan Pangan. Kemudian izin habis seiring berjalannya waktu, kalau nggak salah tahun 2011 habis, saya lupa," terangnya saat dikonfirmasi jatimnow.com, Senin (12/10/2020).

"Kalau ditutupnya itu Oktober 2017. Yang nutup ketua yayasan KBS. Alasannya karena takut kena perkara dan polisi," tambah dr Liang.

Ia menceritakan, saat itu pihaknya akan memperpanjang izin namun sulit, karena tidak ada kejelasan status tanah dan status kepemilikan rumah sakit.

"Karena yang mengelola rumah sakit itu perkumpulan atau yayasan KBS. Tapi tanah itu sertifikatnya ada di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Nah, izinnya ke mana, maka dinas ketahanan pangan kesulitan memberikan izin ke siapa," jelas dr Liang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kemudian pada tahun 2017, Kepala Departemen Ketahanan Pangan datang mengajak konsolidasi ketua yayasan mengenai izin itu, dan menawarkan untuk sementara dokter hewan dari dinas ketahanan pangan akan berkecimpung di situ. Sehingga izinnya tidak perlu diributkan, dan seolah-olah itu adalah milik dinas.

"Tapi waktu itu ketua yayasan menolak, kemudian akhirnya diputuskan untuk ditutup. Ya alasannya itu tadi, katanya takut dipolisikan," tegasnya.

Sementara itu, Direktur KBS, Khoirul saat dikonfirmasi sejak Senin (12/10) hingga sekarang belum merespon. 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.