Minggu, 07 Jun 2026 12:03 WIB

Demo Tolak Omnibus Law, Massa di Pasuruan Blokade Jalan Raya

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 08 Okt 2020 14:24 WIB
Massa aksi di Pasuruan memblokade Jalan Raya Banyuwangi-Surabaya
Massa aksi di Pasuruan memblokade Jalan Raya Banyuwangi-Surabaya

jatimnow.com - Ribuan elemen mahasiswa lintas organisasi di Kabupaten Pasuruan yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Pasuruan Bersatu, memblokade Jalan Raya Banyuwangi-Surabaya. Aksi itu dilakukan saat demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).

Massa aksi awalnya berorasi di depan gedung DPRD sekitar pukul 11.00 Wib untuk menyeruakan mosi tidak percaya terhadap DPR RI dan pemerintah setelah Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Satu jam berselang, suasana mulai memanas. Tak hanya memblokade jalan selama lebih dari dua jam, peserta aksi juga membakar ban, papan baliho berisi foto pimpinan dan anggota pun dirusak.

"Aksi hari ini merupakan bentuk luapan penolakan rakyat Kota dan Kabupaten Pasuruan, setelah secara formil proses pembentukan UU Cipta Kerja telah rampung di ketok palu di rapat paripurna DPR RI tanggal 5 oktober 2020," jelas Ketua DPC GMNI Pasuruan, Abdul Hamid.

Demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di PasuruanDemo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Pasuruan

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Menurut Hamid, ada empat hal yang menjadi tuntutan peserta aksi. Pertama disahkannya UU Cipta Kerja ini dinilai cacat formil, tertutup dan terdapat banyak pasal yang kontroversial, merugikan dan inkonstitusional.

Kedua, lanjut Hamid, melegitimasi investor untuk melakukan perbudakan modern yang secara legal dibenarkan oleh UU Cipta Kerja ini. Ketiga perampasan dan penghancuran ruang hidup rakyat. Keempat UU Cipta Kerja dinilai rentan terhadap hegemoni berbagai sektor yang terus menggerus pikiran-pikiran inovatif.

"Pernyataan sikap aliansi ini tegas, cabut dan tolak keberlakuan omnibus law," tambahnya.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Tepat pukul 13.43 Wib, massa aksi membubarkan diri setelah anggota dan pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan, menemui kerumunan masa di halaman kantor DPRD dan menyepakati tuntutan-tuntutan peserta aksi dengan cara membacakan empat tuntutan mereka di hadapan massa.

"Kami menolak dialog dengan pimpinan dan anggota DPRD. Karena ini adalah wujud dari mosi tidak percaya aliansi kami," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.