Menikmati Keindahan Alam dari Puncak Gunung Gajah Sambil Bersepeda
- Penulis : Mita Kusuma
- | Minggu, 13 Sep 2020 17:08 WIB
jatimnow.com - Puncak Njoly Gunung Gajah di Desa Gajah, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, sedang digandrungi para pesepeda. Selain spotnya yang sangat menguras keringat, para pesepeda juga bisa menikmati pemandangan yang indah.
Hari ini, sedikitnya 100 pesepeda menuju puncak Gunung Gajah dengan ketinggian sekitar 1000 mdpl itu. Mereka berasal dari beberapa kota, mulai dari Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Gresik, Ngawi, Madiun hingga Mojokerto. Mereka berangkat dari Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit.
Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai
"Titik poinnya di Wringinanom. Kami ingin menikmati keindahan Ponorogo dari atas," ujar salah satu pesepeda, Hendras Setiawan, Minggu (13/9/2020).
Para pesepeda menikmati keindahan alam dari puncak Gunung Gajah, Ponorogo
Hendras menambahkan, setelah berangkat dari Desa Wringinanom dia dan rombongan langsung disambut tanjakan ekstrem sepanjang 7 kilometer.
"Jalurnya cukup menantang, mulai dari jalur aspal, rigid ketika ditanjakan serta jalur turunan single track yang panjang dan ekstrem," jelasnya.
Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil
Setelah melalui tanjakan yang cukup ekstrem, lelah para pesepeda terbayar dengan pemandangan alam yang indah.
Para pesepeda menikmati keindahan alam dari puncak Gunung Gajah, Ponorogo
"Pemandangannya keren. Tapi tingkat kewaspadaan harus terus dijaga, karena kanan-kiri jalur terdapat jurang," terangnya.
Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel
Sampai di puncak, mereka terasa di atas awan. Kabut yang menyelimuti Gunung Gajah seperti hamparan permadani.
"Momen kebersamaan seperti ini jadi ajang silaturahmi antara kami, mulai usia 16 tahun hingga 55 tahun. Semua berkumpul menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan di sini," pungkas Hendras.
Editor : Narendra BakrieURL : https://jatimnow.id/baca-29728-menikmati-keindahan-alam-dari-puncak-gunung-gajah-sambil-bersepeda