Kamis, 11 Jun 2026 13:49 WIB

Kisah Guru asal Gresik Mengajar Anak Jalanan di Terminal

Siti Huroirohmatin berikan materi pelajaran kepada anak didiknya di terminal
Siti Huroirohmatin berikan materi pelajaran kepada anak didiknya di terminal

jatimnow.com - Siti Huroirohmatin (48), dengan penuh kesabaran memberikan materi pelajaran kepada anak-anak jalanan di sudut terminal Kota Gresik.

Mayoritas yang diajarinya merupakan anak-anak jalanan yang biasa mengemis dan mengamen.

Baca Juga: Calon Guru Berprestasi, Mahasiswi Unusa Juara Jujitsu Nasional

Atin, sapaan akrab Siti Huroirohmatin yang kesehariannya menjadi guru di TK Telogo Pojok Gresik itu mengatakan jika aktivitas mengajar anak-anak jalanan ini telah dilakukannya sejak April 2020 lalu.

"Saya mengajar di sini Bulan April lalu. Pertama saya sosialisasi kepada orang tua mereka mengenai maksud dan tujuan. Setelah responnya baik, saya buat jadwal pertemuan seminggu dua kali," kata Atin, Minggu (23/8/2020).

Awalnya, ia hanya berniat mengajari beberapa anak-anak jalanan yang benar-benar tidak mengikuti sekolah formal.

Namun karena aktivitas belajar mengajar di sekolah formal dilakukan secara daring, maka anak-anak yang sekolah formal juga ikut bergabung di kelas alternatif yang dibuatnya.

"Awalnya saya berniat mengajar anak-anak yang tidak bersekolah formal. Tapi karena saat ini sekolah formal masih menerapkan sekolah daring maka anak-anak yang bersekolah formal juga ikut bergabung," kata Atin.

Perempuan asal Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu, Gresik itu mengungkapkan alasan mengajar anak-anak yang bersekolah formal juga bergabung di kelasnya karena ekonomi orang tuanya terbatas sehingga tidak mampu menyediakan fasilitas handphone dan kuota internet untuk belajar secara daring.

"Orang tuanya mengandalkan kerja serabutan, mengemis atau mengamen. Jadi ya keberatan dengan sekolah model daring. Selain itu banyak orang tua yang tidak memiliki kemampuan membimbing anak-anaknya belajar secara daring," terangnya.

Baca Juga: Kurikulum Bisa Berubah, Tapi Guru yang Menentukan Arah

Meski dilakukan secara terbatas baik tempat maupun fasilitasnya, namun proses belajar mengajar yang dilakukan oleh Atin yang dilakukan di depan emperan kios atau angkutan kota yang parkir berjalan dengan baik.

Salah seorang murid, Abdul Syafi’i mengaku senang dengan pembelajaran yang diterapkan oleh Atin. Karena itu dirinya aktif berinteraksi saat pelajaran berlangsung.

“Iya saya senang, biasanya saya belajar sendiri tapi sekarang ada gurunya,” kata Syafi’i.

Selain Syafi’i, murid lain yang semangat mengikuti belajar itu adalah Rizki Aditya yang belum pernah sekalipun merasakan sekolah formal.

Baca Juga: Gubes UM Surabaya: Era AI, Ruh Guru Lebih Penting dari Kurikulum & Metode

Tapi kini Aditya yang biasanya hanya membantu orang tuanya mengemis dan mengamen itu mulai bisa membaca.

"Saya sekarang sudah bisa baca buku," ucap Aditya singkat.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.