Senin, 27 Jul 2026 20:43 WIB

RS Panggil Keluarga Pasien Diabetes yang Dimakamkan Protokol Covid-19

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 05 Agu 2020 13:48 WIB
Plt Direktur RSUD R Soedarsono, Tina Soelistiani
Plt Direktur RSUD R Soedarsono, Tina Soelistiani

jatimnow.com - Manajemen RSUD R Soedarsono Kota Pasuruan mengaku dirugikan dengan postingan Firanika Pratiwi (35), melalui akun Facebooknya Tea Ranich yang mengaku rumah sakit (RS) memaksa pemakaman jenazah ibunya menggunakan protokol Covid-19.

"Yang pasti akan kami tindaklanjuti, mungkin dengan keluarga. Maksudnya kita akan informasikan lebih lanjut, kepada keluarga (pasien)," jelas Plt Direktur RSUD R Soedarsono, Tina Soelistiani, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Viral Ricuh di Pintu Masuk Bromo, TNBTS Klaim Pemukulan Refleks Bela Diri

Menurut Tina, pemanggilan kepada keluarga Firanika Pratiwi ke RSUD R Soedarsono itu untuk duduk bersama, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Kami menejemen RS akan memanggil keluarga dan nanti kita akan duduk bersama. Kami siap mendengarkan curhatan dari keluarga pasien (Firanika Pratiwi). Kemudian akan kami berikan penjelasan, demi kebaikan bersama," tuturnya.

Baca juga:  

Saat ditanya apakah pihak rumah sakit akan melakukan pelaporan terhadap postingan itu, Tina mengaku tidak akan melakukan hal itu.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Bukan menuntut sih, kita bicara baik-baik," tandasnya.

Firanika Pratiwi melalui akun facebooknya Tea Ranich memposting peristiwa tentang jenazah ibunya, yang merupakan pasien diabetes dipaksa rumah sakit untuk dimamakamkan dengan protokol Covid-19. Meski tak menyebut nama rumah sakit, postingan itu kemudian viral.

"Saya tau ibu saya sudah meninggal dari tadi. Kenapa harus saya dipaksa tanda tangan seolah-olah masih harus dikasih tindakan. Dan disertai itu mengiyakan kalo jenazah terinfeksi Covid. Saya bukan orang pintar dok, tapi saya bisa baca hasil tesnya negatif. Tapi kenapa saya harus menyetujui jika ibu saya Covid, hanya karena gejala panas dan sesak. Tentunya semua orang sakit juga mengalami panas," tulisnya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Meski dalam postingan itu tidak disebutkan nama rumah sakit, tapi manajemen RSUD R Soedarsono Kota Pasuruan merasa bahwa postingan itu ditujukan kepada mereka.

Menanggapi postingan itu, Tina membantahnya. Dia menyebut bahwa meninggalnya pasien itu dalam kondisi probable Covid-19. Dan sesuai keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19, maka pemulasaran jenazah dilakukan dengan protokol Covid-19.

"Dokter jaga sudah menjelaskan dari awal kepada keluarga tentang kondisi pasien saat itu," tambah Tina.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.