Sabtu, 13 Jun 2026 12:16 WIB

Pandemi Covid-19

Presiden Jokowi: Krisis Ekonomi Global Itu Nyata

Presiden Jokowi di Gedung Negara Grahadi
Presiden Jokowi di Gedung Negara Grahadi

jatimnow.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan jika dampak Pandemi Covid-19 tidak hanya melanda negara Indonesia saja, namun juga berdampak 215 negara di dunia. Bahkan tidak hanya krisis kesehatan tapi juga krisis ekonomi secara global.

"Sebelum masuk ke urusan kesehatan, saya juga ingin mengingatkan yang berkaitan dengan urusan ekonomi," ujar Presiden Jokowi saat kunjungan kerja terkait penanganan Pandemi Covid-19, di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (25/6/2020).

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

"Kemarin saya mendapatkan informasi bahwa krisis ekonomi global itu betul-betul nyata ada benar dan semua merasakan," tambahnya.

Jokowi menerangkan, IMF telah menyampaikan dan memprediksi jika Tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat akan minus 8 persen. Jepang akan minus 5,8 persen.

Pertumbuhan ekonomi di Inggris akan minus 10,2 persen. Prancis akan mengalami minus 12,5 persen. Italia juga minus 12,8 persen. Spanyol akan minus 12,8 persen. Jerman akan minus 7,5 persen.

"Artinya apa, demand nanti akan terganggu. Kalau demand terganggu suplainya akan terganggu. Kalau suplainya terganggu produksi akan terganggu. Artinya, demand, suplai, produksi semuanya rusak dan terganggu," terangnya.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

"Inilah yang juga harus kita ketahui bersama. Bahwa kita dalam proses mengendalikan Covid urusan kesehatan, tetapi kita juga memiliki masalah yang lain yaitu urusan ekonomi," paparnya.

Menurutnya, Negara Indonesia pada 1,5 bulan yang lalu telah menghubungi Managing Director IMF Ibu Kristalina.

"Dia mengatakan bahwa betul-betul dunia global pada posisi krisis ekonomi yang tidak mudah, yang lebih berat dari depresi besar pada 1930," tuturnya.

Baca Juga: BI Kediri Optimis Ekonomi Jawa Timur Lebih Baik di Tahun 2026

Presiden Jokowi berharap dalam mengelola manajemen krisis Covid-19 ini, rem dan gas harus betul-betul seimbang.

"Tidak bisa kita gas di urusan ekonomi, tetapi kesehatannya menjadi terabaikan. Tidak bisa juga konsentrasi penuh di urusan kesehatan, tetapi ekonominya menjadi sangat terganggu," tuturnya.

"Gas dan rem ini selalu saya sampaikan kepada gubernur, bupati, wali kota ini harus pas betul, ada balance, ada keseimbangan, sehingga semuanya dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Inilah sulitnya saat ini," jelasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.