Selasa, 09 Jun 2026 09:40 WIB

10 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Krempyeng Gresik Ditutup

Pasar Krempyeng di Gresik Kota ditutup
Pasar Krempyeng di Gresik Kota ditutup

jatimnow.com - Pasar Krempyeng di Gresik Kota ditutup menyusul 10 pedagang di sana terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (11/6/2020). Penutupan dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Sebelum penutupan, para pedagang diberikan sosialisasi oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Camat, Satpol PP, TNI dan Polri. Setelah itu para pedagang juga diberi waktu untuk mengemasi barang dagangannya sebelum pasar benar-benar ditutup.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

"Kita sosialisasikan dulu ke pedagang bahwa ada 10 orang positif Corona yang berasal dari Pasar Krempyeng. Meski demikian kami tidak langsung menutup pasar. Kami berikan waktu ke pedagang untuk mengemasi barang dagangannya agar tidak mengalami kerugian," kata Camat Gresik, Purnomo.

Purnomo masih belum bisa memastikan sampai kapan penutupan akan dilakukan. Sebab koordinasi dan arahannya masih menunggu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik.

"Biasanya jika ada kasus seperti ini, area akan disterilkan selama 14 hari. Tapi untuk pastinya kita tunggu instruksi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 saja," jelasnya.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

Purnomo mengaku sangat respek kepada para pedagang Pasar Krempyeng yang bisa memahami penutupan pasar yang berlokasi di Jalan Gubernur Suryo Gresik tersebut. Karena itu dirinya akan mengupayakan pedagang untuk mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah.

"Kita akan data dulu para pedagang di sini untuk kemudian kami ajukan bantuan sembako ke pemkab. Karena dengan penutupan ini, sementara waktu pedagang tidak bisa berjualan," ujarnya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

Meski begitu, keluhan tetap saja datang dari pedagang. Pasalnya penutupan ini dinilai sangat mendadak. Para pedagang mengatakan seharusnya petugas mengumumkan minimal dua hari sebelum melakukan penutupan sehingga para pedaganag bisa lebih siap.

"Saya kan dagangan buah, tahu sendiri kalau buah itu cepat rusak. Sedang saya terlanjur kulakan banyak. Kalau begini siapa yang mau mengganti modalnya," keluh Khalimatus Sadiyah sambil mengemasi buah dagangannya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.