Rabu, 24 Jun 2026 13:54 WIB

Sindikat Pembuat SIM dan STNK Palsu Antar Kota Dibongkar di Surabaya

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Senin, 11 Mei 2020 11:26 WIB
Kolase barang bukti STNK palsu dan alat untuk membuat yang disita dari para tersangka
Kolase barang bukti STNK palsu dan alat untuk membuat yang disita dari para tersangka

jatimnow.com - Sindikat pemalsu surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) di Surabaya dibongkar Unit Reskrim Polsek Tegalsari. Tiga orang dalam sindikat itu ditangkap.

Ketiga pelaku masing-masing bernama Ainur Rofik (39) warga Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan; Sumarno alias Gondrong (39), warga Jalan Banyu Urip Lor VI, Surabaya dan Seftiani (28), istri siri Sumarno.

"Ketiga tersangka ini kami amankan secara bergantian dan di lokasi yang berbeda," terang Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu I Made Sutayana, Senin (11/5/2020).

Made menjelaskan, sindikat pemalsu SIM dan STNK ini beraksi di Taman Bungkul, tepatnya di sekitar bus pelayanan masyarakat milik Satlantas Polrestabes Surabaya.

Sindikat ini terbongkar setelah Unit Reskrim Polsek Tegalsari mendapat informasi masyarakat yang menjadi korban. Salah satunya pembuat SIM yang curiga dengan bahan serta tulisan yang berbeda. Selain itu juga curiga dengan nama pejabat yang tercantum dalam SIM tersebut.

"Jadi nama pejabat yang tercantum itu merupakan pejabat lama. Bukan yang baru," ungkap Made.

Berbekal laporan dan alat bukti yang disita, Made dan timnya langsung melakukan penyelidikan. Satu persatu pelaku dalam sindikat ini ditangkap. Pelaku yang pertama ditangkap yaitu Ainur Rofik bersama barang bukti SIM dan STNK palsu.

Tersangka Ainur Rofik dan Sumarno diamankan di Mapolsek Tegalsari, SurabayaTersangka Ainur Rofik dan Sumarno diamankan di Mapolsek Tegalsari, Surabaya

Dalam pemeriksaan Rofik mengaku STNK dan SIM itu sedianya akan diserahkan ke pemesan. Selain itu, tersangka juga mengaku masih memiliki bahan dan barang serupa di rumahnya di Pasuruan.

"Saat kami kembangkan ke rumah tersangka di Pasuruan, kami menemukan beberapa barang bukti seperti kertas foto, stempel, laptop, mesin print, gunting, ATK dan peralatan untuk membuat dokumen palsu," papar Made.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka Rofik mengaku selalu dibantu oleh Sumarno alias Gondrong dan Seftiani. Pasutri siri itu berperan untuk mencari bahan STNK yang sudah mati maupun mencari pelanggan yang akan membuat SIM maupun STNK.

Pasutri tersebut kemudian dapat diamankan di rumah kosnya kawasan Banyu Urip, Surabaya. Di rumah kos itulah, sindikat ini menjalakan bisnis terlarangnya.

"Sindikat ini sudah satu tahun terakhir membuka jasa pembuatan SIM dan STNK palsu. Untuk pembuatan SIM C, mereka mematok tarif Rp 500 ribu. Untuk SIM A Rp 1 juta. Kalau perpanjangan SIM bervariasi, antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Sehari itu katanya bisa sampai 5 orang," jelas Made.

Sementara untuk membuat SIM maupun STNK palsu, sindikat ini mengumpulkan bahan STNK dan SIM yang sudah tidak berlaku dari Sumarno. Dari itu Rofik kemudian menghapus tulisan dengan cara digosok. Setelah bersih ia menulis kembali dengan menggunakan pensil kemudian dilem.

"Untuk membuat SIM palsu, kertas foto diprint dan SIM yang habis masa berlakunya diubah hingga menjadikan masa berlaku AIM itu hidup. Tapi sindikat ini tidak tahu kalau pejabat yang tanda tangan ternyata sudah ganti," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.