Minggu, 07 Jun 2026 13:16 WIB

Petualangan di Alas Baluran (1)

Berjumpa Perempuan Tua Berambut Panjang

Pemandangan di Alas Baluran (Foto: Dok. Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Pemandangan di Alas Baluran (Foto: Dok. Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kisah ini adalah pengalaman pribadi penulis yang terjadi pada November 2017. Saat itu saya dimintai tolong seorang teman bernama Erer membuat time lapse photo untuk produksi pembuatan video seni tugas akhir program pasca sarjana di salah satu perguruan tinggi seni.

Setelah menempuh waktu 10 jam lebih perjalanan menggunakan bus ekonomi dari Terminal Purabaya (Bungurasih) Surabaya, akhirnya pukul 22.40 Wib kami sampai di area gerbang Taman Nasional Baluran atau Alas Baluran yang terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo.

Baca Juga: Sinopsis Film Eva, Kisah Nyata yang Diangkat ke Layar Lebar

Karena lokasinya yang berada di kawasan hutan, wajar jika situasi dan kondisi di sekitar Baluran sangat sepi. Begitu diturunkan oleh kenek bus, kami lalu berjalan menuju warung yang berada di pinggiran jalan tersebut. Kebetulan masih ada dua warung yang masih buka.

Karena lapar, saya dan Erer kemudian makan nasi rawon di salah satu warung. Setelah itu dipikiran kami hanya ingin segera menemukan penginapan untuk beristirahat.

"Apakah di sekitar sini ada penginapan pak," tanya Erer, kepada pemilik warung.

"Ada, masuk saja ke kampung," jawab pemilik warung.

Setelah membayar, kami berpamitan dan segera memasuki perkampungan. Sambil berjalan kami mengamati satu persatu rumah penduduk hingga akhirnya kami melihat tulisan home stay di salah satu rumah warga.

Dari luar pagar, beberapa kali kami berucap salam, tapi tak ada jawaban. Berlahan saya membuka pagar dan mengetuk pintu sembari mengucap salam. Tak lama, terdengar suara orang batuk dari dalam rumah. Dari balik pintu terlihat perempuan tua berambut panjang terurai keluar menyapa kami.

"Mau cari penginapan ya," tanya perempuan tua itu.

"Benar bu, apakah ada," ucap Erer.

"Ada, biayanya permalam Rp 50 ribu perorang," jawab perempuan tua itu sambil menunjuk bangunan di sebelah rumahnya.

Tanpa pikir panjang kami mengiyakan karena kami sudah sangat lelah. Ibu tersebut mengambil kunci dan memandu kami memasuki penginapan. Di dalam penginapan itu ada lima kamar kecil, satu ruangan tengah beralaskan tikar dengan TV tabung 14 inch dan satu kamar mandi.

Baca Juga: Misteri Penyebab Lubang di Dasar Sungai Kaliasat Blitar Terungkap

Seusai memandu, perempuan tua itu keluar begitu saja. Kami pun lantas masuk kamar masing-masing untuk memasukkan barang-barang. Setelah itu saya keluar dan rebahan di ruangan tengah menikmati kretek. Tak lama Erer keluar kamar sambil menenteng baju ganti dan perlengkapan mandi.

Kemudian saya menyalakan televisi. Namun beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu. Seketika saya mengecilkan volume televisi dan berlahan membuka tirai sambil mengintip keluar untuk mengetahui siapa yang datang.

Ternyata perempuan tua itu kembali dengan membawa dua gelas teh manis hangat untuk kami.

"Saya bisa pinjam KTP-nya," kata perempuan tua itu.

Saya pun bergegas mengambil KTP dalam dompet dan memberikannya.

"Saya bawa dulu KTP-nya. Jangan lupa pintunya dikunci," ucap perempuan itu sambil membalikkan badan keluar penginapan.

Baca Juga: Mitos Gunung Pegat Ponorogo, Calon Pengantin Ada yang Berani Melanggar?

Selepas mandi Erer menikmati teh pemberian perempuan tua itu.

"Tehnya enak, tapi terlalu manis," ucap Erer sambil menyalakan rokok.

Saya sengaja tak mandi karena udara terasa begitu dingin. Setelah beberapa saat rasa kantuk mulai datang. Kami lalu masuk kamar masing-masing untuk beristirahat.

Sejenak saya membuka tirai jendela kamar untuk melihat suasana di luar penginapan. Begitu sunyi dan sepi, tak lama kemudian saya pun tertidur lelap... (Bersambung)

 

Penulis adalah wartawan jatimnow.com

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.