Selasa, 21 Jul 2026 19:32 WIB

Mitos Gunung Pegat Ponorogo, Calon Pengantin Ada yang Berani Melanggar?

Ruasa jalan di wilayah Gunung Pegat Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Ruasa jalan di wilayah Gunung Pegat Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Musim kawin tiba. Banyak orang menggelar pernikahan, termasuk juga warga Ponorogo. Terkait hal itu, ada mitos yang masih dipercayai sebagian masyarakat Bumi Reog.

Mitos itu adalah arak-arakan pengantin tidak akan ada yang berani melintas di Gunung Pegat Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Ya, masyarakat di sana mempercayai jika arak-arakan pengantin baru melintas di gunung ini, bakal berpisah atau cerai.

Gunung Pegat merupakan sebuah gunung yang dibelah untuk dijadikan jalan. Pegat adalah Bahasa Jawa yang artinya cerai. Masyarakat di sana percaya, rata-rata pengantin yang nekat melintas, belum sampai 35 hari akan bercerai.

Oleh sebab itu, para pengantin baru memilih berputar dan melewati jalan lain.

Gunung Pegat menghubungkan dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bungkal dengan Slahung.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Memang ada mitos demikian (pengantin baru melintas di Gunung Pegat) bakal bercerai," ujar salah satu warga Ponorogo, Aulia Nugroho, beberapa waktu lalu.

Namun menurut Aulia, kebenaran atas mitos itu belum diketahui secara pasti. Hanya saja masyarakat sekitar masih percaya dengan mitos tersebut.

Aulia menyebut, selain mitos tentang pasangan pengantin yang akan bercerai jika melintas, ada juga kisah misteri. Konon di jalan yang membelah gunung itu sering ada penampakan hantu tanpa kepala.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

"Banyak yang mengatakan hantunya menggunakan baju hitam. Di situ kan bekas kuburan massal 1965. Ratusan orang dikubur di situ," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.