Sabtu, 06 Jun 2026 11:41 WIB

Mitos Gunung Pegat Ponorogo, Calon Pengantin Ada yang Berani Melanggar?

Ruasa jalan di wilayah Gunung Pegat Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Ruasa jalan di wilayah Gunung Pegat Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Musim kawin tiba. Banyak orang menggelar pernikahan, termasuk juga warga Ponorogo. Terkait hal itu, ada mitos yang masih dipercayai sebagian masyarakat Bumi Reog.

Mitos itu adalah arak-arakan pengantin tidak akan ada yang berani melintas di Gunung Pegat Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ya, masyarakat di sana mempercayai jika arak-arakan pengantin baru melintas di gunung ini, bakal berpisah atau cerai.

Gunung Pegat merupakan sebuah gunung yang dibelah untuk dijadikan jalan. Pegat adalah Bahasa Jawa yang artinya cerai. Masyarakat di sana percaya, rata-rata pengantin yang nekat melintas, belum sampai 35 hari akan bercerai.

Oleh sebab itu, para pengantin baru memilih berputar dan melewati jalan lain.

Gunung Pegat menghubungkan dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bungkal dengan Slahung.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Memang ada mitos demikian (pengantin baru melintas di Gunung Pegat) bakal bercerai," ujar salah satu warga Ponorogo, Aulia Nugroho, beberapa waktu lalu.

Namun menurut Aulia, kebenaran atas mitos itu belum diketahui secara pasti. Hanya saja masyarakat sekitar masih percaya dengan mitos tersebut.

Aulia menyebut, selain mitos tentang pasangan pengantin yang akan bercerai jika melintas, ada juga kisah misteri. Konon di jalan yang membelah gunung itu sering ada penampakan hantu tanpa kepala.

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

"Banyak yang mengatakan hantunya menggunakan baju hitam. Di situ kan bekas kuburan massal 1965. Ratusan orang dikubur di situ," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.