Selasa, 23 Jun 2026 09:19 WIB

"Membangun Wisata Kota Tua Tidak Hanya Pengecatan Bangunannya Saja"

Semarak wisata sungai di Surabaya (Foto-foto: Budi Sugiharto)
Semarak wisata sungai di Surabaya (Foto-foto: Budi Sugiharto)

jatimnow.com - Pembangunan wisata kota tua di Surabaya diharapkan tidak melupakan moda transportasi sungai.

Dewan Pembina Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) PW Jatim, Ali Yusa berharap pembangunan kota tua di Surabaya wajib menyertakan moda transportasi sungai.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Sudah seharusnya pengembangan kota tua di Surabaya menonjolkan kota tua "waterfront" nya yang tidak di miliki di wilayah manapun di Asia," tegasnya pada jatimnow.com, Kamis (12/3/2020).

Pria yang juga menjadi Pengurus Forum Maritim Jatim itu menyebut jika wisata kota tua di Indonesia cukup banyak. Dimulai oleh Jakarta dan beberapa kota lain di Indonesia khususnya di Jawa dan Sumatera.

Wisata air Kalimas di Surabaya

"Namun seringkali penonjolan wisata kota tua hanya menonjolkan bangunan tuanya saja, tanpa ada upaya merevitalisasi aktivitas nya di daerah tersebut. Bahkan terkadang rebuild kota tua acap kali hanya sebatas pengecatan bangunannya," terang Ali Yusa.

Menurut Dewan Pembina DPD Pelayaran Rakyat (Pelra) Jatim itu, Kota Pahlawan merupakan salah satu kota yang memiliki peninggalan sejarah yang luar biasa dan hingga kini aktivitas ekonomi masih tetap berada di kawasan wilayah "tua".

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

"Upaya bangkit ekonomi pun acap kali digelar awal Tahun 2000, ada jajanan di Jembatan Merah. Di era kepemimpinan Ibu Risma, mlaku-mlaku nang Tunjungan juga menjadi bagian bangkitan ekonomi dan sejarah masa itu," paparnya.

Salah satu destinasi wisata kota tua di Surabaya

Namun yang luput diperhatikan adalah kesejarahan bahwa Surabaya dibangun menjadi kota waterfront pertama di luar Eropa layaknya Amsterdam dan Venezia. Seperti di Pasar Keputran dan Pasar Pabean yang dibangun akhir Tahun 1790 an.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Mereka terkoneksikan dengan sangat baik meski saat itu belum ada moda transportasi darat yang memadai namun transportasi sungainya sangat luar biasa tidak pengaruh pasang surut sungai," jelasnya.

"Tahun 1830, pemerintah Belanda telah membangun kanal lock di sli (pintu air) Gubeng yang secara sistem kelak digunakan di Terusan Suez," tambah Ali Yusa yang juga menjabat sebagai Kajur Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) itu.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.