Selasa, 23 Jun 2026 21:07 WIB

Aneh, Uang Belasan Juta Rupiah dari Rekening BNI Lenyap

Ilustrasi
Ilustrasi

jatimnow.com - Wartawan Kantor Berita Antara Jatim Willy Irawan (29) menjadi korban pembobolan rekening. Tabungan sebesar Rp 19,6 juta yang disimpannya di Bank Negara Indonesia (BNI) pun hilang. Hanya tersisa sekitar Rp 400 ribu dari total tabungannya.

Willy mengungkapkan, kasus pembobolan rekening tersebut baru diketahui pada Selasa (10/3). Ketika warga Sidoarjo itu akan melakukan transfer terhadap salah seorang kerabatnya sebesar Rp 1 juta.

Baca Juga: Ciputra World Jazz Corner Vol 5, Oase Musik Jazz Mingguan Warga Surabaya

Namun, ketika hendak melakukan transaksi melalui mobile banking (m-banking), transaksinya gagal. "Saldo saya tidak mencukupi, saya cek kok saldo tinggal Rp 400 ribu. Padahal kan aslinya ada sekitar Rp 20 juta. Saya kaget," kata Willy di Surabaya, Selasa (10/3).

Ketika tidak bisa melakukan transaksi, Willy pun langsung mengecek mutasi transaksi di m-banking miliknya. Di sana tertera ada transaksi penarikan uang sebesar Rp 9 juta pada tanggal 7 Maret 2020.

Transaksi itu tidak hanya satu kali tapi berkali-kali. "Ada sekitar dilapan kali transaksi yang dilakukannya. Rata-rata sekali transaksi dia menarik Rp 2,5 juta. Total hilangnya Rp 19 juta lebih," kata Willy.

Mengetahui jadi korban pembobolan, alumni mahasiswa Stikosa-AWS ini pun langsung ke Kantor Cabang BNI Gateway Waru, Sidoarjo. Dia dimintai keterangan sekaligus mengisi surat pernyataan, telah menjadi korban pembobolan.

"Saya juga sudah ke BNI, diminta isi surat pernyataan, dicetakkan rekening koran. Katanya masih diproses, menunggu 14 hari," kata Willy.

Baca Juga: BNI dan ITS Kolaborasi Dorong Filantropi Pendidikan Digital Melalui Dana Abadi

Selain itu, Willy juga langsung membuat laporan ke Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Pengaduannya pun telah diterima oleh penyidik. Dia berharap laporan tersebut segera diproses polisi, dan tersangka segera ditangkap.

Dia juga berharap, uang yang ditabungnya selama satu tahun ini bisa segera kembali. "Masih menunggu proses dari polisi, semoga cepat ditangani. Semoga uang saya kembali secepatnya," kata Willy

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan, pengaduan Willy telah diterima penyidik. Tapi polisi belum bisa menelusuri. Masih menunggu berita acara dari BNI. Apabila benar ada pembobolan, polisi segera menindak.

"Kami tunggu pihak BNI 14 hari itu, kalau benar tidak ada kesalahan sistem bank, dan indikasi pembobolan, kami selidiki dan ungkap," kata Trunoyudo.

Baca Juga: ITS Ajak Hidup Sehat Lewat Surabaya ITS Run Festival 2025

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.