Kamis, 11 Jun 2026 01:56 WIB

Ranu Manduro Mojokerto dan Rezeki Warga Setempat

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 26 Feb 2020 14:02 WIB
Warga setempat ketiban rezeki dengan berjualan di Ranu Manduro, Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto (Foto-foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Warga setempat ketiban rezeki dengan berjualan di Ranu Manduro, Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto (Foto-foto: Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan orang mengunjungi Ranu Manduro, di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, setiap harinya, setelah keindahan alam tempat ini. Banyak warga yang ketiban rezeki atas viralnya bekas tambang tersebut.

Warga sekitar yang sehari-harinya bekerja serabutan atau hanya sibuk beternak hewan, akhirnya berjualan, mulai dari makanan ringan hingga minuman. Penglola parkir dengan tarif Rp 3 ribu setiap motor juga panen.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Lumayan lah pak buat tambah-tambah penghasilan. Saya sekarang ini jualan air mineral, harganya Rp 4 ribu. Kalau teh satu botol Rp 5 ribu. Lumayan habis setengah dos, di hari pertama jualan," ungkap salah satu warga bernama Iman (51), yang sehari-hari berternak tiga ekor kambing.

Baca juga:  

Iman menambahkan, bekas tambang itu memang dikenal warga dengan sebutan Ranu Manduro. Hamparan rumput hijau dengan background Gunung Penanggungan itu mulai ramai dikunjungi masyarakat sejak Minggu (23/2/2020).

Warga ketiban rezeki dengan berjualan di Ranu Manduro, Ngoro, MojokertoWarga ketiban rezeki dengan berjualan di Ranu Manduro, Ngoro, Mojokerto

"Kira-kira mulai hari minggu kemarin sudah ramai, paling ramai pengunjungnya ya kemarin sama hari ini," jelas Ilman.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Sementara itu, dua ibu paruh baya bernama Zuria dan Aminah berjualan di Ranu Manduro lantaran pabrik tempatnya sehari-hari berkerja sedang sepi.

"Lumayan timbang menganggur di rumah, kerja pabrik ya lagi sepi," ucap Zuria.

Selain menjajakan minuman kemasan botol, Aminah juga tampak menjajakan nasi bungkus. Sedangkan Zuriah menjajakan aneka camilan, pisang rebus dan minumal es kelapa muda.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

"Kalau warga lokal sini jualan tidak ditarik biaya pak. Bebas," tambah Aminah.

Deretan warung semi permanen juga terlihat berdiri di 'pintu' masuk tempat wisata baru tersebut. Para pengunjung pun terlihat memanfaatkan keberadaanya, sembari berteduh.

Keindahan panorama alam Ranu Manduro itu dikunjungi ratusan lantaran viral dan disebut mirip sebuah tempat wisata di Selandia Baru. Bahkan keindahan alamnya yang diabadikan dengan kamera warga, sempat menjadi trending topik di Twitter Indonesia.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.