Selasa, 23 Jun 2026 05:09 WIB

Polisi Tangkap Janda Tua Spesialis Copet Pasar Kapasan

  • Penulis :
  • | Rabu, 21 Feb 2018 20:19 WIB
Zainah usai ditangkap polisi
Zainah usai ditangkap polisi

SURABAYA :: jatimnow.com –  Zainah, janda tua 50 tahun ini akhirnya harus mendekam di dalam jeruji besi Polsek Simokerto setelah ditangkap Unik Reskrim Polsek Simokerto, Sabtu (3/2/2018). Perempuan yang tinggal di Jalan DKA Tegal, Surabaya itu menjadi spesialis copet di Pasar Kapasan. Ia pun merupakan residivis di kasus yang sama.

Zainah ditangkap sesaat setelah melakukan aksinya, yakni mencuri dompet milik salah satu pengunjung pasar Kapasan Surabaya. Pemilik dompet itu diketahui bernama Lindayani (27) warga Jember. Modusnya, tersangka berpura-pura sebagai pengamen. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Sebenarnya, tersangka memang seorang pengamen. Tetapi ternyata, profesi itu hanya sebagai kedok saja. Jadi, saat mengamen, tersangka ini mencari sasaran dan beraksi," sebut Kanit Reskrim Polsek Simokerto Iptu Suwono, Rabu (21/2/2018).

Iptu Suwono menambahkan, dalam menjalankan aksinya tersangka mencari tempat-tempat ramai. Seperti pasar, khususnya dengan pengunjung yang padat, seperti yang terjadi di pasar Kapasan lantai II, saat itu. tersangka yang mengetahui banyak pengunjung berjubal di salah satu stand penjualan pakaian lantas melakukan aksinya. 

"Tersangka berpura-pura mengamen, disaat yang sama ia mencoba mencuri dompet milik korban. Dompet tersebut diletakkan di dalam tas. Kemudian pelan-pelan tersangka membuka reseleting tas dan mengambil dompet tersebut," beber Iptu Suwono.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Akan tetapi, ketika tersangka hendak membawa dompet curian itu menjauh, korban tersadar. Korban langsung berteriak maling hingga memancing reaksi sejumlah pengunjung pasar. Para pengunjung ikut mengejar tersangka hingga akhirnya ia ditangkap saat berada di pintu keluar pasar kapasan. 

"Setelah diamankan oleh sekuriti pasar, tersangka kemudian diserahkan kepada kami berikut barang bukti. Barang bukti itu berupa dompet berisi uang tunai 5,1 juta," sambung Iptu Suwono.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Sementara itu, kepada polisi Zainah mengaku nekat mencuri lantaran butuh untuk menghidupi anak-anaknya. Sebab uang hasil mengamen dan ia berkeliling tidak menentu. Akunya, uang hasil mengamen tidak cukup untuk makan. Apalagi, dia hidup menjanda setelah suaminya kecantol pelakor (perebut lelaki orang).

(Redaksi)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.