Selasa, 23 Jun 2026 01:27 WIB

Warga Kembali Gelar Aksi Tuntut Penghina Wali Kota Risma Ditangkap

Laskar Suramadu Jawara menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Surabaya menuntut penghina Wali Kota Risma ditangkap
Laskar Suramadu Jawara menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Surabaya menuntut penghina Wali Kota Risma ditangkap

jatimnow.com - Puluhan warga yang mengatasnamakan dirinya Laskar Suramadu Jawara meluruk Mapolrestabes Surabaya, Senin (27/1/2020). Dalam aksi damai itu, mereka meminta polisi menangkap penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma.

Selain berorasi, mereka juga membentangkan poster bertuliskan 'Usut Tuntas Penghina Walikota Kami' dan 'Jangan Provokasi Warga Surabaya' serta 'Polri Tangkap Penghina Walikota Surabaya'.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Pemilik akun Facebook Zikria Dzatil agar segera diproses secara hukum. Kedua, agar pelaku segera minta maaf kepada Wali Kota Surabaya dan tidak mengulangi perbuatannya," teriak Sekertaris Laskar Suramadu Jawara, Diki.

Diki meminta masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial, agar kasus pencemaran nama baik dan penghinaan seperti itu tidak terjadi lagi.

"Kami minta (Polrestabes Surabaya) agar kasus ini diusut tuntas dan pelakunya segera ditangkap," ungkap Diki.

Baca juga:  Didesak Masyarakat, Pemkot Surabaya Laporkan Penghina Wali Kota Risma

Setelah berorasi di depan Mapolrestabes Surabaya, perwakilan massa diterima Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran. Dari pertemuan itu, Diki menyampaikan bahwa Polrestabes Surabaya tengah bekerja untuk menuntaskan kasus tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

"Tahapannya saat ini sudah masuk dalam penyidikan. Saat ini masih proses, jadi bisa saja pelaku berinisial lain," ujar Diki.

Massa kemudian menggelar aksi serupa di depan Balai Kota Surabaya. Di sini, mereka menyampaikan dukungannya agar apa yang mereka lakukan bisa diikuti oleh pemerintah kota.

"Harapan kami hal ini jangan sampai terulang kembali pada pimpinan kami, khususnya Bu Risma atau penerusnya nanti. Masalah seperti ini menjadi percontohan yang tidak baik," tandas Diki.

Sebelumnya pada Sabtu (25/1/2020), Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyebut bila penanganan kasus tersebut sudah naik sidik atau penyidikan. Dalam prosesnya, timnya sudah memeriksa lima orang saksi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Aksi damai Laskar Suramadu Jawara merupakan aksi warga Surabaya yang kedua kalinya setelah pada Jumat (24/1/2020), Forum Arek Suroboyo Wani juga menggelar aksi yang sama di depan Mapolrestabes Surabaya.

Laporan atas akun Facebook Zikria Dzatil itu dibuat oleh Kabag Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilowati, sebagai penerima kuasa resmi dari Wali Kota Risma, pada 21 Januari 2020 di Polrestabes Surabaya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.