Kamis, 25 Jun 2026 10:55 WIB

Forsana Latih Guru Agama di Malang Membaca Al Quran Metode Quantum

  • Penulis :
  • | Minggu, 29 Apr 2018 19:33 WIB
Pelatihan membaca Al Quran metode quantum di kabupaten malang.
Pelatihan membaca Al Quran metode quantum di kabupaten malang.

jatimnow.com - Meningkatkan kapasitas guru agama dan guru ngaji, Forum Santri Nasional (Forsana) menggelar pelatihan pembelajaran Al Quran metode quantum.

Bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Sosial dan Dakwah, (LPSD) Baitul Hidayah, pelatihan tersebut digelar di Pondok Pesantren Babussalam Gondanglegi Kabupaten Malang, Minggu (29/4/2018).

Ketua Umum Forsana yang juga Pengasuh Ponpes Babussalam KH Thoriq Darwis Bin Ziyad mengatakan, Forsana secara khusus ingin membekali kalangan guru agama serta guru ngaji di wilayah Kabupaten Malang dengan pendekatan baru dalam tata cara belajar mengajar tentang membaca Al Quran.

"Sekitar 300 orang guru ngaji ini diberikan pembelajaran metode quantum, agar dapat digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses membaca Al Quran bagi peserta didik, " kata Gus Thoriq panggilan akrab KH Thoriq Darwis disela-sela acara pelatihan.

Gus Thoriq yang juga dikenal sebagai pengusul dan penggagas Hari Santri itu mengungkapkan bahwa Forsana akan membuat pelatihan metode quantum secara bergelombang, sehingga bisa menjangkau semua guru ngaji di wilayah Kabupaten Malang.

"Harapannya pelatihan ini akan dilakukan secara bergelombang sehingga bisa diikuti sebanyak mungkin guru agama dan guru ngaji di wilayah Malang." imbuhnya.

Imam Hidayat, Direktur LPSD Baitul Hidayah mengatakan, Forsana sendiri memang sangat konsen untuk melakukan peningkatan kapasitas dikalangan santri khususnya yang saat ini berprofesi menjadi guru ngaji.

"Peningkatan kapasitas guru ngaji dengan metode quantum ini,  diharapkan akan berdampak pada out put peserta didik membaca Al Quran lebih cepat dan lebih mudah," kata Imam.

Imam menegaskan institusinya saat ini telah membina sedikitnya 15.000 orang guru ngaji di wilayah Malang Raya.

"Target Forsana dan LPSD Baitul Hidayah, sebisa mungkin jumlah 15.000 guru ngaji bisa dijangkau untuk dilatih pembelajaran metode quantum learning Al Quran. Meskipun data resmi Kantor Kemenag Kab Malang jumlah guru ngaji yang terdaftar 9.000 lebih, " tegasnya.

Agenda pelatihan ini, kata Gus Thoriq, merupakan agenda lanjutan setelah sepekan yang lalu Forsana terlibat aktif dalam Hari Lahir NU ke-95 serta Haul Tokoh pejuang dan ulama Kota Malang, Letda Inf KH Malik.

"Forsana akan berupaya terus untuk memberikan sumbangsih terbaiknya demi peningkatan dan pemberdayaan kalangan Santri yang pada ujungnya akan berdampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat dan umat. Hal ini karena Santri adalah entitas penting dalam proses pembangunan  negara dan bangsa Indonesia kedepan," tegas Gus Thoriq.

Reporter/Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.