Rabu, 24 Jun 2026 03:35 WIB

Pemkab Trenggalek Bakal Adopsi Strategi Penataan Kawasan di Singapura

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ingin adopsi strategi penataan kawasan di Singapura
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ingin adopsi strategi penataan kawasan di Singapura

jatimnow.com - Kunjungan perwakilan dari Temasek Foundation International (TFI) dan Center for Liveable Cities Team (CLC) tidak disia-siakan oleh Pemkab Trenggalek.

Pemkab Trenggalek ingin mencoba mengadopsi strategi penataan kawasan dari Pemerintah Singapura. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari program 'Urban Governance Program' yang pernah diikuti Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin tahun lalu.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Masalah lingkungan dan kekumuhan menjadi salah satu kendala yang dialami oleh hampir semua daerah, salah satunya Trenggalek. Hal itu menjadi salah satu problem untuk mewujudkan cita-cita ketiga MEROKET (Maju Ekonomi Rakyatnya dan Orang atau Organisasinya Kreatif). Sebab ekosistem yang terjaga untuk menunjang program MEROKET tersebut.

Kesuksesan Singapura mengubah daerahnya dari daerah kumuh menjadi seperti sekarang, menjadi alasan Pemkab Trenggalek untuk mengadopsi apa yang telah mereka lakukan.

Bupati Trenggalek Nur Arifin saat mendampingi perwakilan dari Temasek Foundation InternationalBupati Trenggalek Nur Arifin saat mendampingi perwakilan dari Temasek Foundation International

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Yang jelas Singapura mempunyai perencanaan yang terintegrasi. Jadi ketika membangun jalan, tidak semata-mata membangun jalan, harus ada koordinasi dengan housing departement," ujar Bupati Nur Arifin, Rabu (20/11/2019).

Dari hasil kunjungan tersebut, Bupati Nur Arifin belajar satu hal untuk memajukan Trenggalek, yaitu dengan melibatkan pihak swasta dalam pembangunan. Hal itu dilakukan karena tidak mungkin membangun dengan mengandalkan anggaran negara yang saat ini terbatas. Jika semua mengandalkan anggaran negara, maka proses pembangunan akan terhambat.

"Menata negaranya, Singapura mulai berfikir jangan melulu membangun menggunakan anggaran negara, yang ini ingin coba dilakukan oleh Trenggalek," terangnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Bupati Nur Arifin berencana mencoba menyempurnakan perencanaan yang sudah ada. Kemudian akan dilakukan Land Banking atau memastikan tanah-tanah pemerintah untuk bisa dimanfaatkan. Setelah itu, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk pelayanan publik ataupun inovasi yang lain.

"Selain itu, kita juga akan mengatasi masalah-masalah yang kecil, tapi dampaknya cukup besar. Contohnya limbah cair itu sesuatu sederhana yang bisa kita lakukan dan itu bisa segera kita tanggulangi, sehingga efeknya tidak berdampak pada ekologi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.