Kamis, 25 Jun 2026 06:33 WIB

Perang Terhadap Miras, Kapolda Jatim Ancam Copot Kapolsek

  • Penulis :
  • | Rabu, 25 Apr 2018 17:00 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat pemusnahan barang bukti di Mapolda Jatim.
Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat pemusnahan barang bukti di Mapolda Jatim.

jatimnow.com - Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 telah berakhir hari ini, Rabu (25/4/2018). Namun, Kapolda Jatim memerintahkan jajarannya untuk menggelar operasi dan perang terhadap minuman keras (miras) oplosan.

Operasi Mandiri Kewilayahan itu berlangsung selama 10 hari mulai 26 April besok. Sasarannya adalah menumpas produsen hingga penjual minuman keras oplosan dan tidak sesuai aturan.

"Kita lihat bersama, memang kita lihat ada. Bahkan ada yang meninggal dunia karena minuman keras. Ini kita menyatakan perang terhadap minuman keras di jajaran Polda Jawa Timur," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin kepada wartawan di sela Press Realease Pemusnahan Barang Bukti Miras di Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (25/4/2018).

Setelah Operasi Tumpas Narkoba Semeru Tahun 2018 berakhir hari ini, kapolda memerintahkan kapolres jajarannya untuk menggelar Operasi Mandiri Kewilayahan.

"Setelah Operasi Tumpas Narkoba yang didalamnya ada operasi miras juga. Kita lanjutkan Operasi Mandiri Kewilayahan selama 10 hari," ujarnya.

Kapolda menginstruksikan kepada kapolres jajaran, untuk dengan keras melakukan operasi terhadap pedagang miras maupun produsen miras tanpa izin, apalagi produsen maupun penjual miras oplosan yang beredar di tengah masyarakat.

"Saya perintahkan seluruh jajaran untuk dengan keras melakukan operasi terhadap pedagang miras yang tidak pada tempatnya. Apalagi yang oplosan," tegasnya.

"Jangan menunggu orang meninggal lagi kita melakukan operasi. Pencegahan lebih baik. Kita akan lakukan dengan keras dan sungguh-sungguh dan akan memberikan sanksi bagi para kapolsek yang membiarkan ditempatnya ada kejadian," ujarnya.

Ia menegaskan, akan memberikan sanksi tegas bagi kapolsek maupun anggotanya yang membiarkan peredaran miras. Apalagi ada oknum anggota yang terlibat dalam peredaran miras.

"Sanksinya dicopot. Wes nggak angel-angel (Sudah nggak sulit)," tegasnya.

"Apalagi ada anggota yang terlibat dalam perdagangan narkoba dan miras, akan kita periksa, kita copot jabatannya. Kalau bintara kita taruh di polda," jelasnya.

Reporter: Jajeli Rois
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.