Minggu, 07 Jun 2026 13:02 WIB

MUI Bicara Fenomena Crosshijaber: Polisi dan Ormas Harus Antisipasi

500 lebih postingan tagar #crosshijaber di Instagram
500 lebih postingan tagar #crosshijaber di Instagram

jatimnow.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim KH Abdussomad Buchori menanggapi fenomena komunitas crosshijaber yang dianggap meresahkan jemaah perempuan. Komunitas ini merupakan laki-laki yang suka berbusana hijab, layaknya perempuan.

KH Abdussomad Buchori mengatakan, ada tiga hadis sahih yang melaknat tindakan tersebut. Sementara itu arti kata melaknat menurut Islam itu adalah haram.

Baca Juga: Puluhan Ulama di Probolinggo Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

"Hadis Abu Dawud menyebutkan, Rasulullah SAW melaknat bagi laki-laki yang mengenakan pakaian perempuan dan perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki itu," jelas KH Abdussomad Buchori kepada jatimnow.com, Selasa (15/10/2019) sore.

Sedangkan hadit sahih lain, menurut KH Abdussomad Buchori, yaitu dari Imam Bukhori. Dalam hadis itu, Rasulullah SAW menyebut laki-laki yang meniru perempuan dan perempuan yang meniru laki-laki, maka keluarkanlah mereka dari rumah kalian.

Baca juga:  

"Kesimpulannya, fenomena ini dilarang menurut Agama Islam. Apalagi menurut cerita di medsos itu hingga masuk toilet wanita, itu sangat bahaya dan dilarang jika dari segi Agama Islam," tambahnya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

"Artinya Islam melarang, sesuai hadis yang sahih tersebut. Maka jika mengetahui, maka tolong disadarkan bahwa hal itu dilarang oleh agama," tegas KH Abdussomad Buchori.

Saat ditanya penanganan pelaku crosshijaber dari segi hukum, KH Abdussomad Buchori meminta, pelaku tidak hanya ditahan, melainkan harus disadarkan.

"Yang pertama jika mereka itu berkelompok, ya harus dicari yang menyelenggarakan atau pencetus idenya. Selanjutnya, juga perlu diperiksa dan diarahkan psikologisnya, agar tidak menjalar lebih luas kebiasaan-kebiasaan yang dilarang oleh Allah SWT," ungkapnya.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Selain harus menjadi atensi kepolisian untuk melakukan antisipasi, KH Abdussomad Buchori juga berharap agar fenomena ini juga menjadi perhatian bagi organisasi-organisasi masyarakat (ormas) yang ada.

"Tugas organisasi yang besar-besar untuk selalu mengantisipasi, karena fenomena ini bisa meresahkan masyarakat," tandas KH Abdussomad Buchori.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.