Selasa, 09 Jun 2026 04:11 WIB

Semburan Api Muncul dari Sumur di Ladang Warga Ngawi

Pemilik ladang menunjukkan kobaran api dari pipa yang ditancapkan ke dalam sumur
Pemilik ladang menunjukkan kobaran api dari pipa yang ditancapkan ke dalam sumur

jatimnow.com - Sebuah sumur di ladang warga Dusun Pilang, Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, menyemburkan api. Api itu menyembur setinggi sekitar 50 sentimeter dari pipa paralon yang ditancapkan ke dasar sumur.

Pemilik sumur, Joko Nurgianto mengatakan, api tersebut muncul mulai Senin (7/10/2019) dan masih belum padam hingga Kamis (10/10/2019).

Baca Juga: LPG 3 Kg Langka di Madiun? Pertamina Guyur Tambahan 104 Ribu Tabung

"Walaupun anginnya kencang sekali, apinya tidak mati," kata Joko.

Menurut Joko, Senin itu dirinya hendak mengambil mesin penyedot air di dasar sumur sedalam dua meter. Saat turun beberapa anak tangga, Joko melihat sumur yang dibangunnya beberapa tahun lalu itu mengeluarkan bau seperti gas elpiji.

"Bau gasnya menyengat sekali, seperti bau gas elpiji bocor gitu," jelasnya.

Karena takut membahayakan dirinya, Joko mengurungkan niatnya dan kembali ke atas. Sampai di atas, dirinya lalu menyalakan korek dan melemparkannya ke dasar sumur. Sumur buatannya itu kemudian dipenugi bara api.

Karena api tak kunjung padam, petani tersebut memutuskan mengisi sumur itu dengan air sumur tetangga. Meski disiram air, tapi api tetap keluar.

"Akhirnya api padam setelah saya isi sumur dengan air cukup banyak," ungkap Joko.

Baca Juga: Taman Zakat dan YBM PLN Atasi Krisis Air di Ngawi dengan Sumur Bor

Penasaran dengan sumber api, Joko kembali mendatangi sumur yang telah kering dimusim kemarau itu. Ia membawa pipa paralon disambung pipa besi, lalu ditancapkan ke dasar sumur. Joko kemudian menyalakan korek api diujung pipa hingga api kembali menyala layaknya obor.

Kejadian tersebut membuat sumur Joko jadi pusat perhatian warga sekitar. Dari pagi hingga tengah malam warga silih berganti datang, karena penasaran. Kepolisian juga setempat sempat meninjau ke lokasi.

Menurut Joko api tersebut berasal dari gas metan di dalam tanah. Sebab tahun 2007 silam, di sumur rumahnya yang berjarak sekitar 300 meter dari sumur lahannya itu, juga muncul kejadian serupa. Saat itu, sumur di rumahnya ditutup menggunakan pasir dan tak lagi digunakan.

"Memang di sekitar sini beberapa kali muncul fenomena seperti ini," paparnya.

Baca Juga: Mbediding: Suhu Dingin Menyergap Saat Kemarau, Waspadai Dampaknya!

Namun, Joko memperkirakan kondisi tersebut tidak akan bertahan lama, karena sebentar lagi musim penghujan tiba. Dirinya yakin, setelah diguyur hujan beberapa kali, munculnya gas dari retakan tanah itu lambat laun bakal tertutup. Apalagi sumur yang berada tidak jauh dari sungai itu sering kebanjiran saat penghujan.

"Pengennya saya pasang pipa sampai ke rumah, tapi kalau nanti waktu penghujan mati, jadinya percuma," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi Alfian Wihaji Sudono menyebut, bila kandungan gas dalam tanah tersebut habis, maka api yang menyembur akan padam dengan sendirinya.

Sebab beberapa tahun silam, terdapat kajian dari beberapa ahli. Dari sana, disarankan jika dalam 7 hari, kandungan gas tidak habis, perlu dilakukan penelitian ulang.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.