Sabtu, 27 Jun 2026 02:41 WIB

Di Ponorogo, WN Perancis yang Bersepeda Keliling Dunia Belajar Reog

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 03 Sep 2019 16:14 WIB
WN asal Perancis Romain Auclair saat belajar reog di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo
WN asal Perancis Romain Auclair saat belajar reog di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo

jatimnow.com - Seorang warga negara (WN) asal Perancis Romain Auclair (30), singgah di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Lulusan ilmu kedokteran yang keliling dunia dengan mengayuh sepeda itu menyempatkan belajar kesenian reog.

Sampai di Ponorogo, Romain bercerita bila ia sudah mengayuh sepeda dan singgah dibeberapa kota dan negara sejak 2 tahun lalu. Sebelum sampai di Desa Tatung, Romain lebih dulu menjelajahi Yogyakarta dan sejumlah kota lain.

Baca Juga: Satu Abad Gontor: Wamenag Puji Peran Pesantren Cetak Generasi Mendunia

"Tepatnya dua tahun, dua bulan, dua hari saya sampai di (Desa) Tatung. Sudah 22 ribu kilometer saya lalui," ungkap Romain, Senin (2/9/2019) malam.

Di Desa Tatung, Romain singgah sehari semalam. Selain belajar kesenian reog, ia juga menyempatkan belajar gamelan khas Jawa.

"Awalnya saya kesulitan. Reog itu berat sekali, tapi tadi belajar dan akhirnya bisa juga," kata Romain setelah menikmati sensasi memakai topeng reog dadak merak tersebut.

Romain mengaku sengaja mampir ke Ponorogo lantaran penasaran dengan kesenian reog yang sebelumnya hanya ia lihat melalui televisi atau handphone. Desa Tatung ia pilih setelah ia mencari Reog Ponorogo di google.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Di Desa Tatung, Romain juga diajak bertani ala warga Tatung. Desa Tatung ini dikenal sebagai sentra penghasil bengkoang.

"Setelah ini, saya mau ke Tulungagung dan Bromo," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tatung Rudi Sugiharto menambahkan, warga di desanya sangat terbuka dengan kedatangan semua orang, termasuk wisatawan mancanegara (wisman). Di desa ini bahkan sudah berdiri tiga homestay yang sengaja disediakan untuk pengunjung. Mulai dari bentuk rumah modern, rumah joglo hingga rumah joglo klasik.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Ketiga homestay itu disediakan gratis untuk wisman. Harapannya setelah datang ke sini, semua wisatawan bisa cerita ke temannya, getok tular istilahnya, biar ada wisman lain ke sini," imbuhnya.

Dari catatan sang kades, sepanjang dua bulan terakhir, Desa Tatung sudah menerima dua kali kunjungan wisman, pertama yaitu tiga turis asal Belgia dan kedua yaitu Romian, turis asal Paris, Perancis.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.