Rabu, 22 Jul 2026 17:53 WIB

Kasus Kejahatan Siber Meningkat, Ini Langkah Ubhara Surabaya

Seminar di Ubhara Surabaya
Seminar di Ubhara Surabaya

jatimnow.com - Maraknya kasus kejahatan siber di Indonesia mengkhawatirkan semua pihak. Dari data yang ada, tercatat ada 800 kasus kejahatan siber yang belum tertangani.

Guna menurunkan angka kejahatan tersebut, Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya menggelar seminar nasional bertema "Cyber Crime dan Penanganan Kepolisian di Negara Kesatuan Republik Indonesia", Kamis (18/7/2019).

Baca Juga: Tren Judol Meningkat, PANDI Blokir Puluhan Ribu Domain Selama Semester 1 2026

Seminar yang mendatangkan Kasubdit V Cyber Crime Polda Jawa Timur untuk membedah maraknya kasus kejahatan siber dan membekali mahasiswa untuk membantu polisi menurunkan angka kejahatan ketika melakukan kerja lapangan (KKL).

Rektor Ubhara, Brigjen Pol (Purn) Drs Edy Prawoto mengatakan angka kejahatan siber di Indonesia khususnya di Jatim mengkhawatirkan.

Setidaknya ada 800 kasus yang belum tertangani di kepolisian. Ubhara Surabaya ingin turut serta menurunkan angka kejahatan siber tersebut.

"Cyber crime cukup penting bagi kita, karena menyangkut semua aspek kehidupan baik itu ideologi politik, ekonomi dan sosial," katanya.

"Kami ingin mahasiswa memahami benar cyber crime ini karena sudah masuk semua spek kehidupan. Dengan memahami jangan sampai menjadi korban atau pelaku," imbuhnya.

Baca Juga: Dari 20 hingga 56 Tahun, Ubhara Surabaya Tunjukkan Pendidikan Tak Mengenal Batas

Melalui seminar tersebut, lanjut Edy, diharapkan mahasiswa dapat menyampaikan atau menyosialisasikan bahaya kehajatan siber pada masyarakat. Sosialisasi itu dilakukan mahasiswa Ubhara saat Kuliah Kerja Nyata (KKN).

"Mahasiswa hukum juga ada kurikulum cyber crime di semester VI. Ini sebagai respons kami menghadapi perkembangan dunia maya," ujarnya.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Cecep Susatya mengungkapkan kejahatan siber didominasi oleh ujaran kebencian dan berita bohong atau hoaks saat Pemilu 2019.

"Rata-rata pencemaran nama baik. Hoaks banyak terutama saat Pilpres 2019," ucapnya.

Baca Juga: Kampus Turun Gunung atau Sekadar Dipanggil Saat Perlu?

Polda Jatim juga mengapresiasi adanya kurikulum cyber crime di Ubhara. Menurutnya akademisi dibutuhkan keilmuwannya untuk mengungkap dan menindaklanjuti kejahatan siber.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.