Selasa, 23 Jun 2026 17:46 WIB

Kampus di Surabaya ini Resmi Berubah Nama

Pergantian nama STTS menjadi iSTTS
Pergantian nama STTS menjadi iSTTS

jatimnow.com - Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) resmi berganti nama menjadi Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (iSTTS).

Pergantian nama kampus yang berdiri sejak 1979 itu resmi setelah memperoleh surat Keputusan Menristekdikti bernomor 481/KPT/I/2019 yang berlaku sejak tanggal penetapan, 17 Juni 2019.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL DIKTI) Wilayah VII, Prof Suprapto mengungkapkan perubahan nama ini harus diikuti dengan perubahan prodi di dalamnya.

"Ini menarik perubahan nama kampusnya menjadi iSTTS, karena kampusnya tetap mempertahankan STTS yang sudah punya brand image tapi berubah menjadi kampus terpadu," kata Suprapto saat menyerahkan Surat Keputusan Ijin Perubahan Bentuk di Auditorium iSTTS, Kamis (18/7/2019).

Dengan menjadi institut, iSTTS harus bersaing dengan 11 institut lain yang ada di Jatim. Ia mencontohkan, iSTTS harus bisa berpacu dengan institut ternama yang telah menjadi nomor satu di Jatim seperti Institut Teknologi Malang.

"Stikom sudah berubah nama menjadi institut, jadi di Jatim ada 11 institut yang harus bersaing. Menurut catatan LL Dikti wilayah VII, pada tahun 2018 STTS itu sudah rangking 26 dari 330 PTS di Jatim. Sedangkan pada tingkat sekolah tinggi teknik STT, STTS sudah berhasil nomor satu. Nah, jika sudah menjadi iSTT harus berkompetisi bersama institut se-Jatim lainya," jelasnya.

Rektor iSTTS, Arya Tandy mengungkapkan selain berganti nama menjadi institut, kampusnya juga akan memiliki dua fakultas, yakni Fakultas Teknik dan Fakultas Desain.

"Fakultas Teknik memiliki enam Program Studi, yaitu S1-Teknik Elektro, S1-Informatika, S1-Teknik Industri, S1- Sistem Informasi Bisnis, Program Studi Diploma-3 Informatika dan Pascasarjana Program Studi Strata-2 Magister Teknologi Informasi," paparnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Sedangkan Fakultas Desain akan memiliki dua Program Studi, yaitu S1-Desain Komunikasi Visual dan S1-Desain Produk.

"iSTTS yang berdiri selama 40 tahun ini mengawali pelayanan pendidikan tinggi teknik sejak tahun 1979 dan diperluas dengan pendidikan tinggi desain sejak 10 tahun yang lalu," urainya.

Dengan institut yang diberikan oleh pemerintah pada tahun ini, ia mengungkapkan akan memberikan atmosfer baru dan ruang gerak yang lebih leluasa seperti tertuang dalam motto iSTTS untuk menyediakan "Academic Excellence in Technology and Design,"

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Teknik Nusantara, Indra Setiawan menjelaskan dibentuknya iSTTS karena ingin memberikan perguruan tinggi yang bersifat terapan, khususnya bidang elektro.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Makanya kalau berubah nama, sekolah tinggi menjadi institut tidak ada artinya jika tidak diteruskan dengan perubahan kualitas yang lebih baik. Kami menginginkan perubahan karena kesadaran dan keinginan kami dalam memberikan substansi akan pelayanan pada masyarakat," tegas Indra.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.