Rabu, 22 Jul 2026 12:26 WIB

Harga Jual Anjlok, Peternak Ayam di Blitar Terancam Gulung Tikar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 25 Jun 2019 14:23 WIB
Salah satu peternak ayam yang menjual ayamnya di pinggirjalan
Salah satu peternak ayam yang menjual ayamnya di pinggirjalan

jatimnow.com - Anjloknya harga daging ayam di Blitar membuat peternak terancam gulung tikar. Harga jual ayam ditingkat peternak hanya dihargai Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram.

Kondisi ini membuat para peternak harus putar otak. Budi Setiawan, salah satu peternak ayam potong asal Kalipucung, Sanankulon memilih untuk mengobrol ayamnya karena rendahnya harga jual.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

"Kalau harga normal itu dibeli 18.000 rupiah sampai 20.000 rupiah ya masih ada sisa. Kalau sekarang 8.000 rupiah kita ruginya banyak," kata Budi, Selasa (25/06/2019).

Budi mengobral ayamnya dengan harga 10.000 rupiah per kilogram. Sementara untuk satu ekor ayam potong dijual dengan harga 30.000 rupiah dengan berat diatas 2,5 kilogram. Dengan menggunakan mobil bak terbuka, ia memasarkan ayam bersama dengan temannya.

Poster bertuliskan 'Omah lan Bojo amblas mergo pitik' dan 'Peternak Sekarat' ia pasang sebagai bentuk curahan atas nasibnya yang semakin terancam. Menurut Budi, rendahnya harga jual ayam potong di tingkat peternak ini sudah berlangsung sejak malam takbir lalu dan terus menurun hingga saat ini.

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

"Kalau dijual sepuluh ribu ini untuk mengembalikan harga pakan. Ya mungkin karena stok ayam dipasaran sedang melimpah," imbuh Budi sembari melayani pembeli.

Hal serupa juga dialami oleh Aliful Imron. Peternak ayam potong asal Wlingi itu mengaku terpaksa menahan ayamnya karena saking rendahnya harga jual meski ia harus menanggung beban melambungnya biaya perawatan dan produksi.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Sekarang mau gimana lagi. Kalau dijual juga murah jadi ya ditahan. Resikonya kita harus nambah untuk biaya pakan, listrik, penghangat dan yang lain. Belum termasuk tenaga," ujar Imron.

"Ya karena stoknya melimpah. Nggak tau ini sampai kapan tapi kalau terus dibiarkan, bisa gulung tikar," tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.