Sabtu, 06 Jun 2026 21:38 WIB

Harga Jual Anjlok, Peternak Ayam di Blitar Terancam Gulung Tikar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 25 Jun 2019 14:23 WIB
Salah satu peternak ayam yang menjual ayamnya di pinggirjalan
Salah satu peternak ayam yang menjual ayamnya di pinggirjalan

jatimnow.com - Anjloknya harga daging ayam di Blitar membuat peternak terancam gulung tikar. Harga jual ayam ditingkat peternak hanya dihargai Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram.

Kondisi ini membuat para peternak harus putar otak. Budi Setiawan, salah satu peternak ayam potong asal Kalipucung, Sanankulon memilih untuk mengobrol ayamnya karena rendahnya harga jual.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

"Kalau harga normal itu dibeli 18.000 rupiah sampai 20.000 rupiah ya masih ada sisa. Kalau sekarang 8.000 rupiah kita ruginya banyak," kata Budi, Selasa (25/06/2019).

Budi mengobral ayamnya dengan harga 10.000 rupiah per kilogram. Sementara untuk satu ekor ayam potong dijual dengan harga 30.000 rupiah dengan berat diatas 2,5 kilogram. Dengan menggunakan mobil bak terbuka, ia memasarkan ayam bersama dengan temannya.

Poster bertuliskan 'Omah lan Bojo amblas mergo pitik' dan 'Peternak Sekarat' ia pasang sebagai bentuk curahan atas nasibnya yang semakin terancam. Menurut Budi, rendahnya harga jual ayam potong di tingkat peternak ini sudah berlangsung sejak malam takbir lalu dan terus menurun hingga saat ini.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

"Kalau dijual sepuluh ribu ini untuk mengembalikan harga pakan. Ya mungkin karena stok ayam dipasaran sedang melimpah," imbuh Budi sembari melayani pembeli.

Hal serupa juga dialami oleh Aliful Imron. Peternak ayam potong asal Wlingi itu mengaku terpaksa menahan ayamnya karena saking rendahnya harga jual meski ia harus menanggung beban melambungnya biaya perawatan dan produksi.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

"Sekarang mau gimana lagi. Kalau dijual juga murah jadi ya ditahan. Resikonya kita harus nambah untuk biaya pakan, listrik, penghangat dan yang lain. Belum termasuk tenaga," ujar Imron.

"Ya karena stoknya melimpah. Nggak tau ini sampai kapan tapi kalau terus dibiarkan, bisa gulung tikar," tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.