Sabtu, 06 Jun 2026 19:06 WIB

Rampak Kendang Ramadan: Cara Seniman Bersyiar

Penampilan Rampak Kendang di Banyuwangi
Penampilan Rampak Kendang di Banyuwangi

jatimnow.com - Seniman kendang di Banyuwangi memanfaatkan bulan Ramadan untuk mengirimkan pesan moral kepada khalayak.

Pagelaran yang dimulai pukul 16.00 Wib, mengambil tempat di Ruang Taman Hijau (RTH) Maron, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Sedikitnya ada 60 seniman kendang yang secara bersama-sama menabuh kendang dan dipimpin satu orang dalam formasi setengah lingkaran.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

"Rampak Kendang ini hadir bukan hanya untuk menu tontonan saja, tetapi menghasilkan makna yang tersirat dalam alat musik kendang," jelas Ketua Panitia Rampak Kendang Ramadan, Gus Lukman Hadi Abdillah, kepada jatimnow.com, disela acara, Sabtu (11/5/2019).

Rampak Kendang sejatinya juga sebagai simbol hubungan sosok pemimpin dengan warga masyarakatnya. Sosok pemimpin yang mampu berharmoni dan bersinergi dengan semua elemen dan lapisan masyarakat.

"Rampak Kendang ini juga sebagai pesan moral bahwa masyarakat Banyuwangi harus memilih pemimpin yang lebih baik ke depannya nanti," urainya.

Selama ini, lanjutnya, penampilan kesenian di Banyuwangi memang sudah banyak. Namun, dalam Rampak Kendang ini juga menampilkan tradisi dan simbolik sebagai filosofi.

Sehingga, Rampak Kendang tidak hanya sekedar menjadi media. Tetapi produk budaya lokal tersebut memiliki makna yang luar biasa.

Baca Juga: Polemik DKS Memanas, Seniman Surabaya Turun ke Jalan

"Pesan positif yang kita sampaikan agar masyarakat Banyuwangi harus mampu melahirkan kembali pemimpin-pemimpin yang mampu duduk bersama senantiasa bermusyawarah dan senantiasa berkerjasama," ujarnya.

Kedepannya, Rampak Kendang akan terus memeriahkan bulan suci Ramadan. Rampak Kendang ini, juga akan tampil dari satu tempat ke tempat lainnya.

"Kita nanti lokasi penampilannya berpindah-pindah, dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Agar seluruh masyarakat Kabupaten Banyuwangi mengenai Rampak Kendang," jelasnya.

Lukman berharap, Rampak Kendang akan terus berkembang di Banyuwangi agar bukan hanya mengedepankan konsumsi tontonan saja, tetapi juga filosofi dari sebuah pertunjukan.

Baca Juga: Seniman Surabaya Besok Gelar Aksi Besar, Protes Pengusiran DKS dari Balai Pemuda

"Semoga dengan adanya Rampak Kendang bisa mewujudkan adanya pemimpin yang baik dari presiden maupun Pemerintah Kabupaten Banyuwangi," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.