Minggu, 07 Jun 2026 03:20 WIB

Olahan Takjil ini Sebaiknya Dihindari saat Berbuka Puasa

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 07 Mei 2019 14:02 WIB
 Pasar Takjil Musiman di Jalan A Yani, Kota Blitar
Pasar Takjil Musiman di Jalan A Yani, Kota Blitar

jatimnow.com - Bulan Ramadan, penjual musiman yang menjajakan olahan takjil banyak ditemukan dipinggir jalan.

Masyarakat diharapkan berhati-hati untuk mengkonsumsi takjil sebab ada beberapa olahan yang justru berbahaya bagi tubuh ketika dikonsumsi.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Blitar, dr Dharma Setiawan menyebutkan ada beberapa makanan yang harus dihindari ketika berburu takjil. Salah satunya makanan dengan alas koran bekas maupun makanan yang tidak ditutup saat disajikan.

"Misalnya gorengan. Gorengan yang ditaruh diatas koran bekas ini akan terpapar tinta. Tinta ini kalau dikonsumsi bisa berbahaya bagi tubuh kita untuk jangka panjangnya. Kemudian makanan yang tidak ditutup, kalau dihinggapi lalat dan serangga bisa mengganggu kesehatan," kata dr Dharma, Selasa (7/5/2019).

Kaki lalat yang hinggap pada makanan yang tidak ditutup dapat menjadi sarana perpindahan bakteri. Bila dikonsumsi dapat menyebabkan diare.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap makanan dengan warna mencolok. Menurutnya, makanan dengan warna mencolok atau corak warna yang menarik justru berpotensi menggunakan bahan pewarna non pangan.

Baca Juga: Ramadan 2026, Ribuan Takjil dan Minuman Menyentuh Komunitas

"Biasanya kalau seperti itu, disinyalir menggunakan pewarna pakaian. Walaupun terkadang belum terbukti namun masyarakat harus waspada," ujarnya.

Ia menambahkan, kandungan gizi dalam takjil yang dijual juga perlu diperhatikan agar makanan yang dikonsumsi tidak menimbulkan efek bagi kesehatan. Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar segera ke dokter bila terjadi gejala keracunan usai mengkonsumsi takjil.

"Kadang ada makanan yang menimbulkan kenyang, ada yang menimbulkan kalori dan menimbulkan rasa haus. Ini perlu diperhatikan. Kalau memang merasakan ada gejala, kami sarankan untuk ke dokter atau ahli medis terdekat agar segera ditangani," tutupnya.

Baca Juga: Relawan Siaga Kota Surabaya Bagi Takjil Sambil Edukasi Jalur Ambulance

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.