Selasa, 23 Jun 2026 12:25 WIB

Dicekoki Miras, Siswi SMP di Surabaya Digilir 5 Temannya

Salah satu pelaku pencabulan saat di Mapolrestabes Surabaya
Salah satu pelaku pencabulan saat di Mapolrestabes Surabaya

jatimnow.com - Gadis berusia 13 tahun di Surabaya digilir 4 bocah SMP dan satu pemuda di sebuah rumah kosong. Dari lima pelaku, tiga di antaranya berhasil diamankan polisi.

Terungkanya, aksi bejat MIS, AS, AAP dan RZ yang merupakan teman satu sekolah korban dan satu pelaku Rendi Fedrianto (26) merupakan teman empat bocah sekaligus otak pencabulan ini.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kejadian bermula pada Sabtu 6 April 2019 lalu. Saat itu, korban diajak tersangka MIS untuk membolos sekolah ke kos milik AS di Jalan Simo Surabaya. Saat itu, tersangka MIS berhasil menyetubuhi korban dengan bujuk rayu.

Setelah selesai menyetubuhi korban, datang lima orang teman tersangka MIS di dalam kamar. Tersangka RZ memaksa korban melakukan hubungan badan dan dilakukan di depan lima orang tersangka lainnya.

Tak selang lama, giliran tersangka Rendi Fedrianto menyetubuhi korban sebanyak dua kali, kemudian AAP. Setelah itu, dilanjutkan tersangka AS. Sementara satu teman tersangka lainnya, hanya melihat saat korban digilir oleh lima tersangka.

"Awalnya nggak mau, akhirnya kita cekoki dengan alkohol yang dicampur dengan ekstra joss sampai si cewek setengah mabuk, sedangkan saya tidak mabuk dan sadar. Melihat teman-teman yang lain begitu, saya kepingin," ucap Rendi Fedrianto.

Tidak puas sampai disitu, keesokan harinya, Rendi mengaku kembali mengulangi perbuatan bejatnya.

"Awalnya menolak, tapi saya paksa," lanjut dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Setelah digilir korban pulang. Korban menangis saat di rumah. Melihat anaknya yang sempat tidak pulang semalaman, ayahnya mencerca dengan berbagai macam pertanyaan.

Darisanalah, korban menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada ayahnya. Berbekal cerita korban, ayah dan ibu korban melaporkan peristiwa itu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Polisi memburu hingga berhasil mengamankan tiga orang. Selain Rendi, polisi juga membawa MIS dan AAP ke kantor polisi untuk diinterogasi.

"Karena dua tersangka masih anak-anak, kita titipkan di shelter. Namun tetap diproses," ujar Kanit PPA, AKP Ruth Yeni.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Ruth menyebut, hingga kini masih ada dua anak lagi yang sedang diburu. Meski belum terbukti bersalah, mereka ikut terlibat dalam persetubuhan dan pencabulan itu.

"Masih kita cari, sementara baru tiga yang diamankan," ungkap Ruth.

Usai dibekuk, Rendi Fedrianto mendekam di sel Mapolrestabes Surabaya dengan jeratan pasal Pasal 81 UU No 35 Thn 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan AAP dan MIS telah diamankan di tempat lain karena masih dibawah umur. Sementara dua tersangka lainnya masih dalam proses pencarian.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.