Minggu, 14 Jun 2026 05:44 WIB

Penyeberangan Sungai Penghubung Blitar-Tulungagung Diminta Tutup

  • Penulis : CF Glorian
  • | Jumat, 08 Mar 2019 11:28 WIB
Aktivitas penyeberangan sungai penghubung Blitar-Tulungagung diminta tutup sementara
Aktivitas penyeberangan sungai penghubung Blitar-Tulungagung diminta tutup sementara

jatimnow.com - Debit air Kali Brantas di wilayah Srengat, Kabupaten Blitar tercatat terus meningkat. Mengantisipasi kecelakaan di sungai tersebut, Pemkab Blitar meminta pemilik jasa penyeberangan sungai menggunakan perahu apung atau tambangan menghentikan aktivitasnya untuk sementara.

Permintaan itu disampaikan Pemkab Blitar setelah mengecek lokasi penyeberangan tambangan di Kecamatan Srengat tersebut pada Jumat (08/03/2019).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Kalau debit air sedang tinggi, kami minta pemilik penyeberangan untuk berhenti sementara. Tadi kami cek dan dari hasil dokumentasi kami, aliran deras dan dermaganya juga tenggelam," kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Blitar, Toha Mashuri.

Penutupan sementara itu, kata Toha dikeluarkan untuk menghindari peristiwa mobil masuk sungai di sisi Tulungagung beberapa waktu lalu, kembali terjadi.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kalau air naik pasti airnya keruh dan ini akan menyulitkan warga maupun penyeberang. Bingung nanti mana yang mau dipijak. Kalau salah langkah bagaimana," tambah Toha.

Berdasarkan data yang dimiliki Dishub, perahu penyeberangan sungai di Kabupaten Blitar ada 16 titik. Jumlah itu hampir terpusat di Kecamatan Srengat dan Kecamatan Wonodadi. Ini karena penyeberangan sungai dipakai masyarakat untuk menyeberang dari dan menuju Tulungagung.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Menurut Toha, potensi kecelakaan penyeberangan sangat tinggi terutama bila debit sungai mulai deras dan meninggi. Hal ini karena tingkat pengamanan penyeberangan yang disediakan cenderung minim.

"Masyarakat pun kami minta untuk tidak memaksakan penyeberang. Pemilik Kapal kasihan ada warga ingin menyeberang, sementara masyarakat juga ngotot. Makanya kami minta untuk tidak memaksa," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.