Senin, 27 Jul 2026 18:43 WIB

Mengintip Pembuatan Miniatur Kapal Layar Karya Napi Lapas Tulungagung

Miniatur kapal layar buatan napi atau warga binaan Lapas Klas II B Tulungagung
Miniatur kapal layar buatan napi atau warga binaan Lapas Klas II B Tulungagung

jatimnow.com - Berada dalam penjara tak lantas membuat empat warga binaan Lapas Klas II B Tulungagung kehilangan kreasinya. Mereka mencoba mengisi waktu dengan membuat karya seni miniatur kapal layar memanfaatkan bambu bekas dari tiang bendera.

Kreasi ini dibuat oleh Toni (30) warga Kabupaten Tulungagung, Yusuf (33) warga Surabaya dan dua orang lainnya yaitu Hafi (38) dan Samsul Arifin (33) warga Kabupaten Bangkalan, Madura.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Ditemui di ruang bengkel Lapas, keempatnya terlihat sibuk membuat miniatur kapal. Mereka membagi tugasnya masing-masing, seperti Samsul bertugas memotong bambu, Tony bertugas mengecat kapal yang sudah jadi. Sedangkan Yusuf dan Hafi bertugas merakit kapal mulai dari nol hingga terbentuk.

Ide membuat miniatur kapal ini berawal dari adanya beberapa bambu yang tidak dipakai di balik dinding sel tahanan, ditambah jenis bambu tersebut yang sering digunakan untuk tali temali, yang mempunyai tekstur lentur.

"Awalnya ada bambu yang tidak terpakai dan saya minta izin kepada petugas Lapas untuk memanfaatkan bambu itu membuat kerajinan dan diizinkan," ujar Hafi, Senin (11/02/2019).

Narapidana kasus curanmor ini tampak sudah menguasai detail perahu yang akan dibuatnya. Hal ini dikarenakan Hafi pernah bekerja di sebuah bengkel kapal di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dengan penuh hati hati, Ia menempelkan potongan bambu yang sudah dipotong sesuai ukuran, ke kerangka kapal.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Ketika membuat ruang ABK perlu kesabaran, sebab yang ditempelkan ukurannya sangat kecil," tambahnya.

Kapal ini kemudian diserahkan ke pihak pengelola Lapas untuk dijual. Kapal dengan ukuran 30 centimeter dibandrol senilai Rp 100 ribu, 40 centimeter Rp 150 ribu dan 70 centimeter seharga Rp 350 ribu.

Kasi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giataja) Lapas Kelas IIB Tulungagung, Dedi Nugroho mengatakan, kegiatan ini selain untuk keterampilan dari warga binaan, pihak lapas juga ingin memasarkan ke masyarakat umum. Namun, sementara ini pemasaran masih ada diseputaran Lapas.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

"Jadi hasil karya saya display di ruang besuk. Dan ada keluarga napi yang melihat yang kemudian karya tersebut dibelinya. Sudah banyak yang laku terjual," bebernya.

Dedi menambahkan, pihak lapas berencana akan membuat sebuah galeri. Dimana nantinya semua hasil karya warga binaan akan di pamerkan pada geleri itu, untuk dipasarkan ke masyarakat umum.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.