Rabu, 10 Jun 2026 14:21 WIB

Mengintip Pembuatan Miniatur Kapal Layar Karya Napi Lapas Tulungagung

Miniatur kapal layar buatan napi atau warga binaan Lapas Klas II B Tulungagung
Miniatur kapal layar buatan napi atau warga binaan Lapas Klas II B Tulungagung

jatimnow.com - Berada dalam penjara tak lantas membuat empat warga binaan Lapas Klas II B Tulungagung kehilangan kreasinya. Mereka mencoba mengisi waktu dengan membuat karya seni miniatur kapal layar memanfaatkan bambu bekas dari tiang bendera.

Kreasi ini dibuat oleh Toni (30) warga Kabupaten Tulungagung, Yusuf (33) warga Surabaya dan dua orang lainnya yaitu Hafi (38) dan Samsul Arifin (33) warga Kabupaten Bangkalan, Madura.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Ditemui di ruang bengkel Lapas, keempatnya terlihat sibuk membuat miniatur kapal. Mereka membagi tugasnya masing-masing, seperti Samsul bertugas memotong bambu, Tony bertugas mengecat kapal yang sudah jadi. Sedangkan Yusuf dan Hafi bertugas merakit kapal mulai dari nol hingga terbentuk.

Ide membuat miniatur kapal ini berawal dari adanya beberapa bambu yang tidak dipakai di balik dinding sel tahanan, ditambah jenis bambu tersebut yang sering digunakan untuk tali temali, yang mempunyai tekstur lentur.

"Awalnya ada bambu yang tidak terpakai dan saya minta izin kepada petugas Lapas untuk memanfaatkan bambu itu membuat kerajinan dan diizinkan," ujar Hafi, Senin (11/02/2019).

Narapidana kasus curanmor ini tampak sudah menguasai detail perahu yang akan dibuatnya. Hal ini dikarenakan Hafi pernah bekerja di sebuah bengkel kapal di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dengan penuh hati hati, Ia menempelkan potongan bambu yang sudah dipotong sesuai ukuran, ke kerangka kapal.

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

"Ketika membuat ruang ABK perlu kesabaran, sebab yang ditempelkan ukurannya sangat kecil," tambahnya.

Kapal ini kemudian diserahkan ke pihak pengelola Lapas untuk dijual. Kapal dengan ukuran 30 centimeter dibandrol senilai Rp 100 ribu, 40 centimeter Rp 150 ribu dan 70 centimeter seharga Rp 350 ribu.

Kasi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giataja) Lapas Kelas IIB Tulungagung, Dedi Nugroho mengatakan, kegiatan ini selain untuk keterampilan dari warga binaan, pihak lapas juga ingin memasarkan ke masyarakat umum. Namun, sementara ini pemasaran masih ada diseputaran Lapas.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

"Jadi hasil karya saya display di ruang besuk. Dan ada keluarga napi yang melihat yang kemudian karya tersebut dibelinya. Sudah banyak yang laku terjual," bebernya.

Dedi menambahkan, pihak lapas berencana akan membuat sebuah galeri. Dimana nantinya semua hasil karya warga binaan akan di pamerkan pada geleri itu, untuk dipasarkan ke masyarakat umum.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.