Rabu, 10 Jun 2026 13:40 WIB

Pasien Demam Berdarah di Ponorogo Meningkat, Begini Kondisinya

Sejumlah pasien anak dirawat di lorong RSUD Dr Hardjono Ponorogo
Sejumlah pasien anak dirawat di lorong RSUD Dr Hardjono Ponorogo

jatimnow.com - Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Ponorogo meningkat. Di ruang rawat inap khusus anak RSUD Hardjono, dari 39 kamar yang tersedia, tidak mampu menampung semua pasien yang penyakit ini.

Sebab hingga Sabtu (19/1/2019), jumlah pasien demam berdarah di rumah sakit ini, mencapai 47 pasien. Sejumlah pasien yang tidak kebagian kamar terpaksa menjalani perawatan di lorong rumah sakit.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

Tidak hanya 47 pasien demam berdarah saja yang tidak kebagian kamar, sejumlah pasien penyakit lainnya juga mengalami hal sama. Seperti Maya Laili (13) asal Kelurahan Pakunden, Ponorogo ini.

"Cucu saya menderita Talasemia. Sabar aja menanti. Jadi ini sementara di lorong," ungkap Sriyani, nenek dari Maya Laili.

Ia menyatakan tidak keberatan cucunya dirawat di lorong. Baginya, yang penting cucunya mendapat perawatan sembari menunggu pasien lain sembuh.

Meski begitu, dia berharap ada kamar cadangan yang dapat digunakan untuk merawat cucunya. "Gak apa-apa di sini dulu, tapi mudah-mudahan ada kamar cadangan yang bisa dipakai," harap Sriyani.

Baca juga:  

Terpisah, Kabid Pelayanan Medik RSUD Dr. Hardjono Ponorogo, Dr. Siti Nurfaidah mengatakan, tidak semua yang dirawat di ruang tersebut menderita DBD.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ia mengaku, untuk pasien DBD ditempatkan khusus di ruang yang sudah dilengkapi dengan sarana khusus.

"Kami pastikan untuk pasien DBD sudah mendapat kamar. Namun demikian, karena jumlahnya cukup tinggi, sehingga pasien yang datang harus cukup bersabar," ujar Siti.

Siti membeberkan, anak yang terjangkit DBD dari awal bulan hingga saat ini mencapai 41 pasien. Sebanyak 25 anak di antaranya sudah diperbolehkan pulang.

Dari jumlah itu, satu anak dinyatakan meninggal dunia akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

"Memang jumlah pasien khusus DBD meningkat drastis di awal tahun ini," lanjutnya.

Dari catatannya, pada bulan Desember 2018 lalu, hanya sekitar 19 pasien, satu diantaranya meninggal dunia.

Terkait membludaknya pasien anak, Siti mengaku telah mengantisipasi dengan menyiapkan ruangan cadangan. Selain itu, pihaknya memastikan pasien yang dirawat di lorong tetap mendapat pelayanan medis secara optimal.

"Itu bersifat sementara meskipun secara fasilitas mungkin kurang nyaman bagi pasien, tetapi obat dan lainnya yang bersifat medis kami usahakan optimal," ucapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.